Jumat, 18 April 2014

Bercinta Dengan Bi Rodiyah

Bercinta Dengan Bi Rodiyah Sore itu, bagas teman sekolah ku mengirim sms ke handphone ku yang berisikan, ” fan, ntar jam 7 maen ke rumah, ada yang asik sob ! “. Melihat sms nya, aku sudah paham apa yang bagas maksud.


Aku irfan, siswa kelas 3 salah satu SMK di daerah pekanbaru dan Bagas adalah sahabatku sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMK. Kami berdua sama sama maniak sexs, tiap kali aku ataupun bagas mendapat video terbaru, kami pasti adakan nonton bareng di sertai acara ngocok. Tidak ada malu, karna kami sudah 3 tahun bersahabat. Namun selama ini, aku belum sekalipun berhubungan sexs, akan tetapi Bagas sudah melakukan beberapa kali dengan bi’ rodiyah, pembantu di rumah nya yang hampir ber umur kepala 4. Bagas bilang bi’ rodiyah mau karna selain telah men Janda kurun 8 tahun, Bagas pun akan memberi uang tip ketika bi’ rodiyah mau melayani Bagas.


….


Jam menunjukan pukul 20.00, cepat cepat ku menuju rumah Bagas dengan mengendarai sepeda motor. Setelah sampai, ku tekan bel dan bi’ rodiyah lah yang membukakan gerbang.


” Eh.. Den Irfan, cari den Bagas ya ? ” sapa bi’ rodiyah.


” Iya bi’, Bagas ada kan ? ” tanyaku.


” Den Bagas baru saja pergi ke minimarket, katanya mau beli jajanan, Tadi memang Den Bagas sudah pesen ke bibi’ kalau den Irfan dateng suruh langsung ke kamar ” Kata bi’ rodiyah.


” Oh.. Iya bi’ ” Jawabku.


Bi’ rodiyah pun langsung mengantarku ke kamar Bagas. Aku langsung duduk dan menonton Tv sambil menunggu Bagas pulang, karna aku sudah biasa main ke rumah Bagas, ku anggap layaknya ini rumah sendiri.


Terdengar suara ketok pintu, ternyata bi’ rodiyah mengantarkan minum.


” Ini den, minum nya ”


seketika aku takjub, kala melihat dada bi’ rodiyah yang besar itu. ” tua, tapi dada nya bikin tegang ” gumam ku.


” Kok bengong den ? Ini di minum ” tegur bi’ rodiyah sekaligus mengagetkan ku.


” Oh iya bi’ terima kasih ” Jawabku sedikit gugup.


Kemudian bi’ rodiyah pun pergi berlalu. Aku yang masih di kamar Bagas, langsung menyetel kaset BF yang memang telah ku bawa dari rumah.

Aktor nya Sasha Grey, si cantik favoritku.Bercinta Dengan Bi Rodiyah2


Aku segera melepas celana jeans dan kemeja ku. Kini aku hanya menggunakan singlet dan celana boxer. Ku ambil Body lotion dan aku mulai melumuri Mr P ku, mengelus elus nya dengan lembut sembari menonton.


Tiba tiba, suara pintu terbuka. Aku kaget bukan kepalang melihat bi’ rodiyah masuk dan mengunci kamar.


Bi’ rodiyah yang mengenakan daster itu mendekatiku. Aku kaget dan panik. Dan kucoba menutupi P ku dengan bantal.


” Enggak apa apa kok den, gak usah malu malu sama bibi ”


” aduh.. Gi.. Gimana ya bi’ ” jawabku gugup.


” Den Bagas udah sering cerita sama bibi’ tentang den Irfan, ” jawab bibi yang semakin duduk mendekati ku.


” aduh, irfan jadi gak enak nih sama bibi ” jawabku malu.


” Kok gak enak ? Justru bibi kesini mau bantuin den irfan biar enakan ” Jawab bi’ rodiyah.


Tiba tiba bi’ rodiah menarik bantal yang ku gunakan untuk menutupi P ku. Dengan sigap langsung menjilat jilat P ku penuh nafsu.


” ehm..ehm,ehm.. Slurp slurp .. ”


” aduh enak bi’ ” erangku.


… Bi rodiah mengulum P ku sekitar 10 menit sampai aku tak tahan ingin keluar.


Karna sudah berumur dan mahir, bi rodiah tau jika aku hampir keluar. Dan bi rodiah berhenti dari mengulum lalu membuka daster, CD, dan Bh nya tepat di hadapan ku yang masih terduduk.


Langsung bi’ rodiah mengarahkan kepalaku ke antara dua paha nya. Aku paham apa yang bi’ rodiah inginkan.


Ku jilat V Bi’ rodiah yang berbulu lebat itu, sambil ku jilat bulu nya hingga basah oleh air liurku.

Aku tau ini bukan V gadis remaja yang masih rapat, tapi semakin aku menjilat semakin meningkat nafsu ku karna V bi rodiah berbau seperti aroma hutan tropis.


Bi’ rodiah yang masih berdiri tiba tiba meliuk liukan badan nya, meremas remas kedua payudaranya yang besar dan mulai kendur itu.


” owh.. Den, nikmaaatt.. Ehm.. Nikmat den.. Ouhm ”


Erangan bi’ rodiyah malah membuatku tak sabar. Aku langsung berdiri, dan melumat habis bibir bi’ rodiyah sembari kedua tanganku asik memainkan puting bi rodyiah.


Ku giring bi’ rodiah ke Meja yang ada di kamar Bagas, ku tidurkan bi rodiyah dalam posisi miring. Dan langsung ku arahkan P ku masuk ke V nya.


” heemm.. Ouh.. Ehmmm ” Bi’ rodiyah mengerang tanpa kendali. Suaranya tak terkontrol.


Mendengar erangan bi’ rodiah, membuatku semakin cepat mengocok P ku ke dalam V bibi dengan posisiku berdiri dan mengangkat kaki kiri bi’ rodyiah dan bi’ rodyiah tergeletak miring di atas meja sambil meremas remas payudaranya.


“Akhh.. Ehmm.. ” aku tak terkendali.


Namun Bi’ rodiah kemudian mendorong badanku. Membuat P ku tercabut dari lubang buaya bi’ rodiyah.


” Kenapa bi’ ? ” tanyaku bingungBercinta Dengan Bi Rodiyah1


” Bibi mau yang seperti itu den ” kata bibi sambil menunjukan ke arah Tv yang memang sama sama adegan ML.


Ternyata bi rodiyah ingin posisi di atas. Wow !! Liar sekali wanita paruhbaya ini batinku.


Namun dengan cepat aku tidur terlentang di kasur dan bi rodyiah mulai naik berhadapan searah wajahku dan menggenggam P ku untuk menuju Lubang nikmat nya itu. Bi rodiyah pun naik turun layak nya memompa sembari di selingi memutar mutar bokong nya. Aku dengan posisi terlentang, memainkan puting bi rodiah dan nikmat luar biasa tatkala bi’ rodiah memutar pinggul nya.


” ouh..ouh.. Ouh.. Ouh..ehm.. Ehm..ehm..ouuhh ” erangan bi rodiyah makin keras.


” Akhh..ehhmm ouhh.. Nikmat.. ” erang ku semakin menjadi kala aku hampir keluar.


” Bibi, mau den, ouuhh.. Bibi mauu ehhmm ”


” irfan juga bi’, akhh.. Ouumm ehhmm ”


ku keluarkan di dalam dan bi rodiyah pun keluar juga … P ku terasa hangat di dalam lubang bi rodiyah .. Bi rodiyah masih memutar pinggulnya perlahan ..


” ahh.. Nikmat bi’ nikmat luar biasa ” kataku.


Bi rodiah pun menarik V nya dan P ku pun keluar dari lubang nikmat itu.


Kami lalu tidur berpelukan dalam kondisi sama sama telanjang. Ku lumat lumat bibir bi rodiyah, ku hisap payudaranya .. Tapi bi’ rodiyah telah lemas tak berdaya.


” ehm.. Nikmat banget den ” kata bi rodiyah dengan nada lemas.


” iya bi’ nikmat luar biasa, bibi ternyata masih agresif ” pujiku pada bi rodiyah.


Ku jilat jilat tubuh bi rodiyah dari payudara hingga perut sampai berlumur air liurku. Lalu aku bangun dan menuju kamar mandi, membersihkan badan dan berpakaian kembali.


Namun bi rodiyah masih terlentang bugil tampak sangat loyo.


Dan ku tunggu hingga bi rodiyah bangun dan berpakaian, lalu aku pamit pulang.


” Bi’ .. Bilang aja nanti sama Bagas, kalau aku sudah pulang ” kataku di depan gerbang.


” iya den ” jawab bi rodiyah yang masih kelihatan loyo.


Kulihat kanan kiri rumah Bagas sepi dan ku kecup bibir bi’ rodiyah.. Lalu aku segera pulang.


TAMAT


The post Bercinta Dengan Bi Rodiyah appeared first on Cerita Dewasa ++.


Rabu, 16 April 2014

Nita, Gadis Aceh anak Pak Dewan

Nita, Gadis Aceh anak Pak Dewan Perkenalkan, Namaku Rizal, asli Banda Aceh yang kesehariannya bekerja sebagai abdi Negara, ini adalah kisah nyata yang berhubungan dengan pangkal paha

kejadian berawal dari sebuah perkenalan yang tidak terduga, pagi itu tanggal 03 April 2014 saya sedang menjalankan rutinitas saya sebagai pengatur lalu lintas, Alhamdulillah tidak ada kecelakaan dan kejadian menonjol lainnya dari pagi menjelang petang hingga aku memutuskan untuk kembali ke Pos.

Dalam perjalanan menuju Pos, aku mendapati seorang bapak2 yang menjadi korban tabrak lari, langsung deh naluri pahlawanku muncul dengan cepat melarikan sibapak ke Rumah Sakit terdekat di kawasan Lamprit, Banda Aceh.

Sesampai ke Rumah Sakit, si bapak langsung saya fasilitasi dengan meminta bantuan dokter dan perawat dsana dan Alhamdulillah mereka juga sangat professional dalam menangani pasien.


Tidak ada satupun keluarga korban yang mengetahui kejadian ini dan aku putuskan untuk menunggu hingga beberapa saat lagi, lagian jam baru menunjukkan jam 12 siang.

Tak lama berselang, si Bapak mulai siuman dan mengejutkan ku dari lamunan, dia pun bertanya…

Nak, dimana saya? Kenapa kaki dan badan saya di perban?


Saya pun menjelaskan kronologis kejadian hingga beliau sekarang berada dirumah sakit, lantas saya bertanya…

Bapak tinggal dimana? Boleh saya mengabari keluarga bapak? Karena nanti jam 2 Siang, saya harus pamitan kembali ke Kantor.

Dan sibapak langsung menyarankan saya untuk menghubungi nmr telp yang diberikannya, dan saya langsung menghubungi keluarganya.

Terdengar suara cowok yang mengagkat telp, langsung saja saya kabari kalau Bapak Rahman (***Bukan Nama Sebenarnya) sedang dirawat dirumah sakit Umum ZA karena menjadi korban tabrak lari, selang 30 menit kemudian, keluarganya datang menjenguk si bapak, dari situ saya dikenalkan dengan keluarganya dan mereka mengucapkan banyak terimakasih kepada saya.


Dari 3 Orang keluarganya yang datang (1 laki-laki dan 2 Perempuan), saya mengetahui kalau Perempuan paruh baya pertama adalah Istrinya, umur sekitaran 40 an gitu, putih, hidung mancung, bandannya itu lho, sexy banget (*** hehehehe). Trus, Lelaki yang aku perkirakan sebaya dengan usiaku ini adalah Andre, yaitu anak Kedua dan sekarang bekerja sebagai pengusaha muda. Anaknya yang Ketiga adalah Nita yang kuperkirakan masih kuliah ini adalah putrinya sedangkan anaknya yg pertama lagi diluar negeri

Sejenak saya menenangkan mereka yang terlihat sangat terpukul dengan musibah ini, tapi beruntung lukanya tidak terlalu parah dan dokterpun merekomendasikan si Bapak untuk bisa dibawa pulang sore ini juga

Saya pun berpamitan karena Jam telah menunjukkan pukul 13.30 Wib, saya melihat Andre(anaknya yg cowok) merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk diberikannya kepadaku sebagai rasa terimakasih, dengan sopan saya menolak, Maaf pak, saya masih punya uang Diapun hanya berdiridan saya ikhlas dalam memberikan pertolongan bengong dan merasa salah tingkah karena telah mencoba mengukur saya dari segi materi.


Setelah berpamitan dengan keluarganya, sayapun pergi meninggalkan RS menuju Pos tempat kami beristirahat sejenak sembari makan siang bersama dengan beberapa petugas jaga lainnya.

Tak lama berselang, HP ku bergetar menandakan ada pesan masuk, “Asslkm, Bang ini Nita, anaknya Pak Rahman yang tadi pak Rizal selamatin, Kami sekeluarga ngucapin byk terimakasih Pak ya, kami ga tw harus gmn membalas atas jasa kebaikan bapak”

Sayapun membalas, “Wa’alaikumslm wr.wb. Iya dex, sama2, gpp, biasa aja . Gmn kabar ayah sekarang? Udakok, uda tugas kami kalleee spt itu baekan Khan?”


Trus, dia bales lagi “Alhamdllh udah Pak, ne lagi mau pulang ke rumah, sekali lagi thank’s ya Pak”

Pas tau bokapnya uda bisa pulang, langsg aja saya telp biar ada kesan perhatian sama keluarganya heheheee,

Mulai saat itu, komunikasi kamipun semakin lancar, nita mulai berani meminta Pin BB ku dan perkenalanku dangan anaknya pak Rahman semakin dekat


Dari perkenalanku dengannya, ku ketahui kalau Nita adalah cewek satu2nya dalam keluarga dan memiliki 2 abg (Andre seorang pengusaha muda dan satunya lagi adalah Andi yang sedang melanjutkan pendidikan S2 nya di Luar negeri)

Sedangkan Nita sendiri masih Kuliah di Fak. Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, (sejenak saya berpikir, gilaaaaaaaaaaaaax ternyata mereka dari keluarga Topceeeer )bodo amat ah, yg pentg khan ga ada niat macem2

Hari –hariku berlalu dengan begitu indah sejak kehadiran Nita dalam kehidupanku, walaupun belon jadian, tapi perhatiannya sudah cukup untuk meyakinkanku kalau Nita dan keluarganya sangat respect padaku.


Dan yg terbaru adalah malem minggu kemaren, ketika Pak Rahman dan keluarganya mengundang makan malam aku beserta Keluarga kerumah mereka, katanya sich sebagai ungkapan terimakasih atas pertolngan saya tempo hari, dan wajib datang membawa keluarga, dan saya menjawab Maaf Pak, Keluarga saya lagi tidak di Banda Aceh (*** Sedikit Berbohong) dan di balasnya, ya uda gapapa yg penting Pak Rizal bisa hadir khan? Ibu sama Nita yang masak ne,dan saya Jawab Insyaallah Bisa Pak. percakapanpun terhenti dan memutuskan saluran telp.

Sabtu pagi saya berangkat ke Shalon untuk menata rambut dan sedikit Facial untuk bekal jumpa keluarga pak Rahman (*** Biar kaga keliatan kusam coy / hahahaha ) Nita pun mengkonfirmasi kepastian saya, lama kelamaan, perhatian antara kami berdua semakin dekat bahkan sudah layaknya org yang berpacaran.


Sabtu Malam ditemani Toyota Rush kesayangan gua langsung meluncur ke kawasan Ajun menuju rumah doi, tepat pukul 20.10 Wib saya telah tiba di depan pagar rumahnya yang megah dengan deretan Mobil mewah, setelah membunyikan klakson, Nita mengarahkan ku untuk membuka Pintu pagar dan mempersilakan saya memarkirkan Mobil di halaman rumahnya.


Sejenak setelah turun dari mobil, saya melihat sosok Nita telah menunggu didepan rumahnya, dia tampak begitu anggun dan mempesona dengan balutan gaun tanpa mengenakan jilbab, Kulit Putih, Hidung Mancung, Langsing, Sexy, Payudara montok, dan betis yang menawan memaksaku untuk menelan ludah sendiri, sambil berjalan aku beranikan diri untuk berbisik ditelinganya “Nit, kamu tampak begitu anggun dan mempesona, Kamu cantik “ dan Nitapun membales dgn mencubit pinggangku manja sambil tersenyum


Setiba didalam rumah, dengan ditemani Nita saya melihat Ibu dan Pak Rahman sedang menunggu di Ruang Tamu sambil nonton acara televisi, kamipun menghampiri mereka dengan bersalaman sambil mencium tangan keduanya (*** Dalam adat kami, jika bersalaman sambil mencium tangan itu menandakan respect kita kpd org yg kita hormati) sayapun langsung diajak ke Meja Makan yang menyediakan Banyak menu makanan yang tidak mungkin bisa dihabiskan kalau Cuma berempat.


Acara makan malam Cuma dihadiri pak Rahman dan istrinya serta Nita yang bersebelahan mendampingiku, akupun bertanya “lho… Bg Andre kmana Pak? Kok gak ikut makan bersama? Andre uda kejakarta siang tadi, katanya sich ada Lobi Proyek disana… Ibunya nyelutuk dan aku hanya terpaku menjawab Oooooooooooo


Dari pembicaraan kami malam itu, dapat kusimpulkan bahwa Pak Rahman adalah seorang Pejabat beliau menjabat sbg Agt DPD Asal Aceh masa Jab 2009 – 2014 dan kembali mencalnkan diri pada pemilu legislatife x ini. Beliau punya 3 Org anak, 2 Cowok dan 1 Cewek, Anak pertama Adalah Andi yg sekrg mengambil S2 Di Belanda, Anak kedua adalah Andre yang sedang meniti karir dibidang Kontraktor dan sibungsu Nita yang Kuliah Di Fak. Kedokteran di salah satu fak ternama di Aceh.


Suasana semakin akrab dan saya memberanikan diri memanggil mereka Ayah dan Ibu sedangkan mereka mulai memanggilku dengan sebutan “Anak” Merekapun mulai memberanikan diri untuk mengexplorasi tentang kepribadianku, mulai dari Keluarga, hingga asmaraku, Ibupun mulai memberanikan diri mempromosikan Nita kepada saya sambil berkata, “Nak, kami khan jarang2 ada di Aceh, sering di Jakarta karena bapak sering dsana, selama kami enggak disini, Nak rizal sering2 maen kemari ya, tlg jagain Nita, kalau Nita macem2 tar laporin ibu aja (*** Busset dah gw piker, gua dapet lampu ijo terang benderang neh dari keluarganya)


Nita pun ngelantur, iiiiiiiiiiiiii Mami, masaq ampe segitunya, khan nita bukan anak kecil lagi, uda bisa jaga diri juga kaleeeeeee :-p

Percakapan tidak terasa, hingga jam menunjukkan pukul 23.45 Wib, dan sayapun berpamitan kepada Ibu dan pak rahman, selanjutnya Nita mengantarkan saya hingga keluar, selama dalam pjalanan dari meja makan ke halaman depan, nita terlihat terus menggandeng tangan saya manja serasa enggan melepas hangatnya keakraban malam ini


” Thank’s ya Nit atas malam ini, jujur, abg senang bisa berkenalan dengan keluarga kalian, ” kata gw.


” Iya bang, Thank’s juga ya uda menghadiri undangan kami, dan nita ga mau kalo ini malam terakhir abg kemari, ” kata nita tersenyum manis.Nita, Gadis Aceh anak Pak Dewan1


” Iya saiank, ” Gua beranikan diri untuk manjain Nita, sambil mencium kening dan memegang erat tangannya yg lembut, kemudian gw bisikin “Nit, I Love u”


” I Love u too, ” balas Nita pelan.

Yang diakhiri dengan pelukan mesra dan mulai saat itu kami mulai jadian

———————————————————————————————–

Semenjak saat itu, Nita menjadi topic baru dalam kehidupanku.

Keesokan harinya, setelah jam Dinas selesai, kami janjian jalan2 dan jam 5 sore aku jemput Nita di rumahnya setelah pamitan dengan ibunya, ibunya Cuma berpesan, pulangnya jangan terlalu larut malam ya nak, ga enak diliatin tetangga, kalo mau pacaran di rumah aja, jgn diluar takoet di tangkap WH. (WH=Polisi Syariat, yg kerjanya Cuma ngejar2 org pacaran)

Dalam hati aku tertawa girang, setan ne ibu2, tau aja gua ngajakin anaknya untuk ambel jatah preman

Kwakakaka


Terus aja gua nyelutuk sambil tersenyum nakal Iya mi, ntar siap makan2 kami lgsung pulang kok

dan kamipun berangkat.

Dalam perjalanan, gua nanya sama nita, Nit, maksud ibu tadi appa ya? Kok ibu bilang kalo pacaran dirumah aja? Emank ibu uda tau ya kita jadian? tanyaku heran

Mmmmm, kenapa? Ga bolle ya nita cerita?  ibu tau kok, tadi pagi sebelum bergkat ke kampus adex certain sama mimi, nita deket x sama mimi, jadi apapun yg terjadi sama Nita, mimi pasti org pertama yang Nita kabarin, nita mencoba memberikan penjelasan.


Oooooooooo, gapapa kok, btw gimana respons Mimi? Dia setuju khan dengan hubungan kita? Yeeeeeeee si abang, kallo mimi ga setuju, mana dikasie adex keluar sama cowok, apalagi cowok’a jelek item n jahat kayak abang nita mencubit pinggang gua sambil tersenyum manja dan merebahkan kepalanya ke bahu.


Suasana pun berubah menjadi sepi, diam dan tak ada lagi basa basi, gua tetep fokusin untuk tetep tenang sambil membelai kepalanya yang ditutupi jilbab, beruntung mobil gua keluaran Matic, jadi tangan kiri bisa bebas bergerilya sama mainan baru ini (hahahah)

Langsung aja gua puterin music Katty Perry kesukaan doi, biar dia lebh menikmati sensasi dan indahnya sore ini.


Nita yang tampak nyaman dengan posisinya ini tampak acuh dengan permainan tangan ku, setelah puas tangan kiriku membelai kepalanya yg ditutupi hijab, langsung aja gua buka tu jilbab karena sangat mengganggu pemandangan dan sensasi Sex gua, dan Alhamdulillah Nitapun engga keberatan

Mata gua terbelalak melihat Nita tanpa jilbab bersandar dan rebahan di bahu gua, kali ini gua memberanikan diri untuk membelai lehernya dan mencoba menyerempet2 payudaranya, Nitapun tanpa komentar dan tampaknya sangat menikmati sensasi baru kami ini dan akupun bisa dengan leluasa memainkan, meremas dan membelai payudaranya yang ranum ini.


Tanpa kami sadari, kamipun tiba di kawasan Elee Lee, yaitu kawasan yg selalu dipenuhi pengunjung di soree hari hanya untuk melepaskan penat karena seharian capek bekerja, disana kami singgah di salah satu coffe yang menyediakan Jagung bakar dan es kelapa muda, tidak ada yang aneh2 selama disana karena banyak pengunjung lain yg juga bersebelahan dengan kami.


Aku mulai benar2 jatuh cinta pada nita, terlepas dari dia Nafsuin, pribadinya juga sangat cocok jika kelak aku jadikan istri.

Dia ingin aku kenalkan dengan keluargaku, dan aku berjanji akan membawanya kerumah ku besok pagi, layaknya muda-mudi lainnya, kami juga menikmati sunset yang menandakan sore bakal bergansi shift dengan malam dan itu adalah waktunya kami untuk kembali


Sesampainya di mobil, gua nanya sama nita “Nit, kita langsung pulang ato jalan2 ke Mall dulu? Tar siap dinner baru kita balek kanan dan nitapun mengiyakan permintaan keduaku


Laju mobil kuarahkan menuju pusat perbelanjaan, setelah memastikan mobil dalam kondisi aman di park area, kamipun masuk mall dengan bergandengan tangan, Nita tampak sangat manja dan sangat menikmati kebersamaan ini, begitu juga dengan ku.

Jam menunjukkan pukul 20.15 Wib, biar kaga penasaran orang tuanya, langsung aja gua telp ibunya untuk mengabari kadang kami telat pulang kerumah, karena sudah jam segini kami belon makan dan pastinya menghabiskan banyak waktu pas dinner nanti.


Hallo Assalamualaikum, ini ijal mi, Mi…! kadang kami agak maleman pulangnya mi ya, Kenapa? Miminya bertanya, tuh si Nita, kallo uda belanja lama banget milih2nya (gua beralibi kallo si Nita adalah pelaku utama kami telat pulang hehehehe) Ooooooooooo Iya gapapa, Nita emank suka gitu kallo belanja nak, Malam ne makan di rumah aja nak ya… Ibu uda masak sop sayur kesukaan Nita.


Tapi Mi, ga enak kalo ijal tiap hari makan dirumah mimi, aku memotong perbincangan, ibunya menjawab, ya engga lah, lagian dirumah ga ada orang, Bapak belon pulang katanya sich ada kerjaan dan ada rapat di kantor Gubernur, Oooooooooooo, iya deh mi, nanti kami pulang agak cepetan kalo gitu, iya nak, mimi tunggu ya, Wssalkmum. Dan perbincangan kamipun terputus.


Gua yang mulai rada gerah mengajak Nita untuk pulang, setelah lunasi belanjaan, kami menuju mobil dengan tujuan pulang ke rumah Nita.

Dalam perjalanan dari mall menuju rumahnya, kami kembali bergerilya, langsung aja gua raba2 payudaranya, dan disaat mau gua emmut itu bibir, nita berbisik, nanti aja kita lanjutin dirumah abg fokusin nyetir aja dulu, bales dendamnya ntar kalo kalo uda nyampe rumah (** busset dah, jantung gua mau meledak rasanya mendapat jawaban spontannya yg seakan tanpa beban) Okke dech beiby jelek, tapi udahan dunk ngeraba punya abg, khan ga mungkin ntar nyampe rumah abg harus jalan ngangkang, khan malu sama ibu, hehehehe


Nitapun kembali merapikan baju dan memakai jilbabnya, sesampai dirumah, kami langsung menuju ruang makan, rumah tampak begitu sepi, gua Tanya sama nita kok rumah sebesar ini ga ada orangnya, nita menjawab kalo malam rumahnya kosong selain keluarga mereka doing, kalo pagi sampe siang ada pembantu yg bersih2 rumah.


Trus, mimi kemana? Tadi nyuruh kita makan dirumah tapi miminya ga ada, bentar ya, Nita panggilin, biasanya kalo jam segini mimi pasti lagi nonton di kamarnya dan aku dipersilakan menungu di ruang tamu.


Ga lama berselang, nita kembali dengan hanya menggunakan tank top dan celana hotpants nya sambil berkata “yank… mimi katanya uda makan, tadi nunggu kita kelamaan makanya mimi makan duluan, dan dikuti hadirnya mimi dari belakang sambil mengarahkan kami ke ruang makanditemeni ibunya.


Tapi miminya ga makan lagi, mimi Cuma duduk menemani kami sambil cerita tentang Nita dan Ibupun merestui hubungan kami, sama seperti Nita miminya juga sangat ingin berjumpa dengan keluargaku, katanya biar mereka gak was-was lagi kalo nita ditinggalin sendiri di aceh, karena abgnya Andre meskipun tinggal di Aceh namun sering pulang pergi keluar kota.


Selesai makan, gua pamitan pulang, namun mash ditahan sama nita, katanya pulangnya ntar lagi aja sambilan ngawanin Nita belajar, miminya sich no koment dan langsung meniggalkan kami dengan senyuman manis menuju kamarnya


Setelah ditinggal ibunya, kami melanjutkan nonton dilantai atas bersama nita, gua perhatikn jam mash menunjukkan pukul 21.50 wib dan mash ada waktu buatku hingga satu jam kedepan.


Selama berada diatas, Nita menyalakan siaran TV yang menayangkan berita pemilu, tanpa komando khusus, langsung gua emut bibirnya yang dibalas dengan pagutan indahnya, gua jilat leher, telinga dan payudaranya dari lini-perlini dan nitapun mendesah dengan indahnya.


Tak peduli dengan desahannya, guapun memberanikan diri untuk membuka baju dan melepas ikat BHnya, langsung aja gua mainin putting susu, menjilat dan menggigit manja pentilnya yang mengakibatkan mata mita merem melek menikmati nimatnya bersenggama.Nita, Gadis Aceh anak Pak Dewan3


Selagi asik bercinta, ibunya memanggil dari lantai bawah dan mengacaukan pikiran kami.

Nitttttttttttaaaaaaaaaaaaaa…………

Iyyaaaaa miiiiiiiiiiiiiiiiii………… nita kekasihku menjawab.

Ngapaen diatas?

Ga ada mi, duduk2 aja…………

Aku jadi salah tingkah jadinya, karena suara nita tadi terlalu besar waktu mendesahnya 

Jangan buat yg melewati batas Nak ya………. Mimi ga mau kalo Anak mimi hamil duluan.


Sontak, kata2 terakhir membuat gua terkejut, kamipun bengong dengan komentar ibunya seakan melegalkan kami melakukan hubungan badan.


Nita denger mimii enggaaaaaaaaaaak? Miminya mengingatkan kembali dan dijawab dengan manja oleh kekasihku Iyyaaaaaaaaaaaa miiiiiiiiiiiii, ga bakalan hamil kok

(Horeeeeeeeeeeeee, hatiku gembira riang tak terkira, hahahahahaa)

Akhirnya nita menarik tanganku menuju kamarnya, selama didalam kamar kami bisa melakukannya dengan lebh leluasa, ga ada lagi perasaan was-was dan takut karena ibunya sudah mengetahui perbuatan kami.


Langsung aja gua telanjangi nita, menjilati setiap keindahan dan pancaran bau tubuhnya dari centi per centi, mulai dari berpagutan bibir, gua jilatin leher, telinga, payudara, pangkal paha hingga vaginanya yang tak 1 pun gua lewatin.


Nitapun mengulum penis gu yang sudah menegang total dan kami melakukan posisi 69. Setelah 30 menit melakukan pemmanasan global, akhirnya nita bombing kontol gua menuju liang senggamanya, pelan2 gua gesek dibantu dengan tangannya akhirnya kami mencoba melakukan penetrasi se lembut mungkin, gua ga mau main terlalu memaksa karena gua tau nita belum pernah melakukan hal sejauh ini sebelumnya, hal ini diperkuat dengan mengalirnya darah segar dari vagina Nita yang membasahi batang kemaluanku.


Setelah 15 menit mencoba, akhirnya setengah kemaluan ku berhasil masuk ke liang senggamanya nita, kasian juga melihat kekasihku sakit menahan perih dan kuputuskan untuk tidak terlalu memaksa melakukannya.

Sambil berbisik gua berpesan, saiank… kalau ga sanggup jgan dipaksain, mash ada hari esok yg bisa kita manfaatkan untuk saling berbagi, dan nita pun menjawab, iyya bang, Nita ga sanggup sambil mengeluarkan air matanya.


Akhirnya aku putuskan untuk mencabut dan memeluknya dengan dekapan cinta.

Gua liatin jam sudah menunjukkan pukul 23.20, dan gua pamitan sama nita untuk pulang kerumah, dibawah, gua liatin miminya sambil menonton acara televisi, kaget juga gua dibuatnya, dengan sedikit malu gua pecahkan kebuntuan dengan bertanya, kok mimi belon tidor? Ga bisa tidoer nak, suara kalian terdengar sampe kebawah sini, kalian gak nutup pintu ya?


Ada kok mi,…! Tapi kamu gak berbuat terlalu jauh khan sama anak kesayangan mimi? Ibunya bertanya.

gak kok mi, mash sebatas wajar2 aja kok.

Dan akhirnya gua pamitan pulang juga sama ibunya.


Tamat


The post Nita, Gadis Aceh anak Pak Dewan appeared first on Cerita Dewasa ++.


Minggu, 13 April 2014

Cerita Dewasa – Berbagi senang dengan sahabat

Cerita Dewasa - Berbagi senang dengan sahabat 1 Umur pernikahan kami sudah berjalan 2 tahun. Cuma setahun terakhir ini suamiku ditugaskan ke Australia. Bisa kalian bayangkan, setahun penuh kami harus menahan nafsu gejolak birahi. Aku tahu suamiku nggak bakalan nyleweng, atau bercinta dengan wanita lain.

Akupun juga begitu, meskipun ketika masih single, kehidupanku cukup bebas. Menurutku ML adalah bagian atau bumbu dari pacaran, hanya dengan suamiku ketika itu aku nggak pernah lebih dari peluk dan cium. Entah mengapa aku nggak bisa pacaran lebih jauh ketika bersamanya, mungkin karena suamiku sangat sopan, baik hati, gentleman, sangat menghargai wanita. Aku nggak mau merusak image diriku dengan bertingkah sembrono. Sejauh ini dia masih menganggapku wanita alim. Jahat juga sebenarnya, anehnya ketika malam pertama dia tidak curiga ketika aku tidak mengeluarkan darah. Mungkin dia saking percayanya sama aku. Syukurlah suamiku nggak pernah tahu rahasia ini dan tetap aku simpan sampai kapanpun.


Suamiku biasanya menelepon di minggu malam karena tarif telepon cukup banyak mendapat diskon, maklumlah hubungan telepon kami bisa memakan waktu minimal 2 jam, terlebih lagi kalau nafsu kami sudah menggelegak, mau tidak mau phone sex menjadi alternatif untuk menuntaskannya.


Selama ini suamiku selalu puas, Cuma dia tidak pernah tahu kalau aku tidak pernah orgasme atau terpuaskan. Bagiku melalui telepon terlalu maya, meski aku mencobanya dengan jari tetap saja hasilnya tidak memuaskan. Dan ini sangat menyiksaku, untuk menyeleweng rasanya aku belum bisa, meskipun bisa saja aku melakukan sex tanpa cinta seperti yang pernah kulakukan dimasa gila gilaan dulu. Tapi rasanya aku nggak tega dengan suamiku, dia sudah terlalu baik.


Tapi prinsipku tidak bertahan terlalu lama, semua itu dimulai ketika aku curhat ke Januar rekan sekantorku yang membantu mengedit hasil tulisanku dinovelku yang kedua. Januar adalah teman lama yang baik. Benar benar baik meskipun peluang dia untuk mendekatiku sebenarnya cukup banyak dan mudah, terlebih lagi dia tahu persis bagaimana kelakuanku ketika masih belum menikah, tapi baiknya dia tidak mau memanfaatkannya.


Seperti biasa, minggu malam aku sudah bersiap siap menunggu telepon dari suamiku. Tiba tiba HP ku berdering, kulihat no HP Januar muncul di layar . Hmmm.. ngapain Januar menelepon malam malam :” Din…gue mau mampir ke rumah elo. Besok kan novel elo harus turun ke penerbit. Elo lupa ya…cepetan cek untuk yang terakhir kalinya.. OK ? Pagi besok gue ambil lagi. Gue udah di depan pagar neeh…“ Teriakannya di speaker HP membuat telingaku berdenging. Hhhh…anak ini mengganggu kesenangan saja.


Masuk Jan…pagar nggak dikunci kok“Teriakku dari teras. „Eh Din gue lupa sebenarnya di bab terakhir gue belum selesai mengeditnya. Tapi gak lama kok paling 1 jam an, gue edit disini aja ya…sorry banget deh jadi mengganggu elo” Katanya memohon pengertian.


„ Iya deh..elo terusin aja, gue juga lagi nunggu telepon dari suami gue. Biasalah udah kangen…eh baidewe kalo nanti elo denger gue mendesah desah, elo jangan ngeres ya…elo tahu sendiri kan kalo suami istri gak ketemu lama, ngapain aja ditelepon…dan jangan deket deket gue, elo di ruang tamu aja, jangan ngintip ok ? ”


„Aduh Din…gue kan bukan anak kecil. Gue ngerti dan nggak bakalan ngganggu deh… gue juga gitu kalo udah kangen sama cewek gue yang di Surabaya….santai aja. “ Ujar Januar.


Januar lagi asyik mengedit tulisanku di notebooknya sambil ngopi di ruang tamu. Sementara aku asyik bermasyuk ria dengan suamiku lewat telepon..hhh ya lewat telepon !! aduh menyedihkan….dengan hasil akhir yang sudah bisa ditebak !.


Dengan wajah lelah dan tersiksa aku menutup telepon dan berjalan ke ruang tamu. Hhhhh sudah selesai belum anak ini..


.” He Jan gimana…? selesai ? “ tanyaku.


Selesai non…hmmm elo ok ok saja ? wajah elo kusut gitu…”Tanyanya sambil mengisap pelan rokoknya.


“Hmmm… gue baik baik saja. Lagi gak enak badan aja, bentar lagi gue lembur deh. Elo bisa ambil lagi besok pagi. “ Kataku sambil membuka pintu depan.


“Ok gue pulang dulu, malem non” Kata Januar sambil melangkah menuju pintu.


Tiba tiba Januar menahan daun pintu sebelum aku tutup. “ Din Aku pikir kamu harus terus terang ke suamimu. Nggak bisa kamu berpura pura menikmatinya….sorry bukannya aku turut campur” Bisik Januar pelan.


Hmmm Januar mulai ber “aku dan kamu” artinya dia mulai bicara serius.Cerita Dewasa - Berbagi senang dengan sahabat


“ Jadi kamu denger tadi aku ngapain aja…dasar” Kataku sambil mendelik kepadanya.


“ Gimana aku nggak dengar, orang kamu mendesah desah keras gitu. Kalo jendela kamu buka pasti tetangga depan rumah juga denger non…masa gue harus tutup telinga “ Katanya balik protes.


“ Hhhh memang Jan…tapi aku nggak tega suamiku merasa bersalah. Sementara elo tahu sendiri gimana pusingnya kalo nggak kesampaian. Gue udah coba pake macem macem, kamu tentu tahulah, tapi hasilnya tetep aja. “ Keluhku.


“Din…gimana kalo gue bantu ? Gue bantu dengan cara gue…sorry gue bukan mau kurang ajar. Tapi gue tahu dulu elo cukup free dan gue tahu gimana prinsip elo. Gue juga temen lama elo, Jadi gue berani nawarin.” Katanya pelan.


“ Gila lo Jan..!! elo bener bener gila…!” Teriakku.


“ Kita nggak bercinta non…aku cuma muasin kamu aja. Tidak ada coitus…aku cuma membuat kamu nyaman aja…”Katanya pelan.


“ Maksud elo …? Nggak ML gimana…!?” kataku penasaran.


” Begini…kamu coba telepon suamimu lagi. Coba buat fore play dulu dengan omong omong. Setelah kamu agak panas, aku coba puasin kamu pake..mmm lidah….Sorry elo jangan kaget..gue cukup ahli dan pengalaman dengan yang satu ini. Gue nggak akan lebih dari itu…gue cuma mau bantu aja, anggap aja gue sex machine deh..”Katanya berusaha menjelaskan.


“Aduh Jan…elo aneh aneh aja…ide gila darimana tuh…ah paling kamu aja yang kepingin banget ML sama aku…dasar. “ Kataku tersenyum, bisa aja nih anak…


“ Nggak Din…bener deh, gue cuma puasin kamu pake lidah. Toh cuma pake lidah. Gue nggak akan remas remas elo kok, murni gue cuma ingin membantu. Jadi elo telepon suami elo lalu gue jilatin punya elo. Elo bisa bayangin suami elo yang muasin..”Katanya berusaha menjelaskan.


Hmmm sebenarnya boleh juga idenya. Just for sex…toh kami tidak ML yang sebenarnya


.” Elo serius mau bantu Jan….?” Tanyaku lirih.


Seperti kerbau dicocok hidungnya, Januar menuntunku menuju telepon. ‘ Relaks saja non…coba kamu telepon suamimu lagi “ Katanya sambil mengambil karpet dan menempatkannya di depan sofa. Aku mulai menelepon suamiku lagi.


“ Hai honey..masih kangen neehhh ? “ Teriak suamiku. “ Aku masih belum puas pa…please puasin aku lagi..” kataku mendesah.


Perlahan tangan Januar menyelusup ke balik rok ku dan menarik perlahan celana dalamku. Pelan dan lembut Januar mengelus bulu bulu kemaluanku. Ahhhh gila…kenapa aku setuju saja dengan rencana gila Januar, tapi aku tidak berusaha menghentikan tangannya malah meletakkan kakiku ke bahunya.


Perlahan Januar mendekatkan kepalanya ke belahan pahaku. Lembut sekali lidahnya mulai menyentuh permukaan klitorisku. Ahh setahun tidak disentuh benar benar membuatku gemetaran..gila efeknya sampai segini hebatnya. Sambil kupejamkan mata aku berusaha membayangkan suamiku. Lidah Januar makin menggila, ujung lidahnya mulai masuk ke dalam miss V ku, sementar jarinya memutar mutar di klitorisku.Aaahhh rasanya bener bener nikmat.


” Gimana sayang…hmmm enak ya” Bisik suamiku. Aku semakin keras melenguh…” Gimana jilatanku sayang…hmmm slruup…! ahhh enak honey…kamu sexy banget.” Bisik suamiku lembut. Aaahhh kasihan suamiku, tidak tahu dia kalau aku sedang dipuaskan oleh lelaki lain dengan menggunakan suaranya. Ahhh aku memang gila…


Januar memang benar, jilatannya sungguh luar biasa. Tampaknya dia sudah ahli dan sering melakukannya. Suara suamiku mulai memburu, mungkin dia juga mengocok batangnya. Dan kakiku makin menekan membenamkan kepala Januar makin dalam. Suara lidah Januar mulai berkecipakan. Entah suamiku mendengarnya atau tidak….masa bodo, pokoknya aku harus harus mendapat orgasmeku. Dan aaahhhh..!! aku menjerit keras, ketika Januar menyedot habis cairan cintaku. Bersamaan dengan itu suamiku juga berteriak dibalik teleponnya…rupanya dia juga ejakulasi.Januar tersenyum sambil bertanya dengan kode apakah aku puas ? Gila gue udah teriak teriak, dia nggak tahu kalo gue udah orgasme.


Tapi aku masih ingin mendapatkan orgasme yang kedua…” Mas coba bisikkan kalo batang mas masuk ya….aku pingin batang mas masuk…please..aku kepingin neeehhh..” Bisikku ke suamiku. ” Ok honey aku masukkan ya….tapi kamu harus teriak dong biar aku juga puas…ok ? aku masukin ya…” suara suamiku gemetar menahan nafsu.


Januar kini kebingungan bagaimana memuaskan aku kalau permintaanku seperti itu. Aku kode Januar untuk melepas celana panjangnya. ” Cepetan buka celana elo !!” Kataku tanpa suara tapi cukup jelas bagi Januar untuk memahami bahasa mulutku.


Januar terdiam beberapa saat dengan wajah bingung…tapi dia cepat tanggap, perlahan dia meloloskan celana panjangnya.


” Gue masukin ? ” Tanyanya tanpa suara sambil menunjuk ke arah vaginaku. Wajahnya kelihatan belum yakin. ” iya buka cepet !!!” Mulutku teriak tanpa suara sambil menurunkan celana dalamnya, gila !!! punya Januar lebih besar dan lebih hitam dari punya suamiku. Aku membuka pahaku lebar lebar, dengan ragu ragu Januar mendekatkan batangnya yang menegang hebat mendekat ke bibir vaginaku, dia menggesekkan batangnya ke klitorisku yang sudah memerah, gila enak sekali…..


” Mas yo mas…masukin…aku udah pengen nehh…”bisikku ke suamiku. Dari balik Telepon suara suamiku tambah memburu” Ok sayang aku masukin pelan pelan ya…hmmm enak kan ? gimana… udah masuk enak kan ? ”


Aku kode Januar dengan kedipan mata untuk segera memasukkan batangnya. Dengan sinar mata bertanya tanya Januar mulai menekan batangnya. “ Masukin aja “ Mulutku berkata tanpa suara. Dan perlahan batang besar Januar mulai masuk sedikit demi sedikit. Akhirnya blleessss seluruh batang Januar tenggelam ke vaginaku. Aku memekik…aaaakkkhhh…Cerita Dewasa - Berbagi senang dengan sahabat 2


“ Aduh honey…kamu hebat… Belum pernah kita ngeseks lewat telepon seperti ini…gila kamu bener bener menghayati honey…” Teriak suamiku.Sementara Januar mulai menggoyang pantat sexynya maju mundur. Semakin cepat dan semakin cepat. Aku pejamkan mataku, nikmatnya sungguh luar biasa. Gesekan kulit kasar batang Januar sungguh memberi kenikmatan yang tidak bisa dikatakan. Semakin cepat dan semakin dalam, sehingga sofaku berderit derit seperti hampir patah. Aku tutup mulut Januar jangan sampai dia melenguh atau bersuara. Bisa berabe dong…


Akhirnya orgasmeku yang kedua tiba…sungguh merupakan kenikmatan yang tiada taranya sampai tubuhku terhentak berkali kali. Aku masih membayangkan batang Januar yang masuk ke tubuhku adalah batang suamiku… Sorry Jan..nggak mungkin aku membayangkan kamu. Oleh sebab itu aku menutup mataku. Bagiku saat ini kamu adalah mesin seksku…seperti yang kamu tawarkan.


Begitu aku selesai orgasme, Januar mengerti bahwa dia harus berhenti….dia tahu diri bahwa dia tidak boleh ikut memuaskan dirinya, situasinya kurang tepat kalau dia ikut ejakulasi. Sesuai janjinya sendiri bahwa dia hanya ingin membantu. Aku sangat menghargainya. Dia mengerti aku tidak mau kalau spermanya memenuhi rahimku.


”Thanks honey…aku puas sekali” Bisikku ke suamiku….Perlahan Januar menarik keluar batangnya dari vaginaku. ”Apa kamu bener bener puas sekarang sayang…hmmm ? Suara suamiku masih bergetar. Thanks honey…aku tutup dulu ya..mau pipis dulu…” Kataku berusaha menutup pembicaraan. Segera aku tutup telepon tanpa menunggu jawaban dari suamiku.


Aku langsung memandang Januar dalam dalam :” Thanks Jan, kamu memang hebat…kamu nggak papa nanggung begitu ? atau aku bantu keluarin pake tangan ? sorry aku nggak mau kamu keluarin di dalam, terima kasih kalo kamu paham” Kataku pelan.


” Din…kayaknya kamu yang lebih gila..maksud gue kan nggak sejauh ini…” Kata Januar sambil memakai jeansnya.


” Sorry Jan…menurut gue nanggung sih..thanks ya…elo memang sahabat yang baik. Mungkin lain kali gue mau balas kebaikan elo tapi entah kapan.” Kataku tersenyum.


Januar cuma menggeleng geleng kepalanya dan kemudian mencium keningku sambil tersenyum…..” Aku pulang dulu…”.


TAMAT


Kamis, 10 April 2014

Cerita Dewasa – Pertama Kalinya Gw Ngentot Dengan Pembantu

Cerita Dewasa - Pertama Kalinya Gw Ngentot Dengan Pembantu Siang Agan-agan semua, gw mau cerita tentang kisah nyata kejadian dimana akhirnya gw untuk pertama kalinya ngentot sama pembokat gw sendiri. Untuk nama, tempat dan waktu kejadian sengaja gw bedakan demi alasan keamanan.


Perkenalkan nama gw sebut aja Jerry, gw seorang suami berusia pertengahan 30 an yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang karyawan disebuah perusahaan swasta di kota S pulau Jawa.


Kejadian ini terjadi sekitar 3 tahun yang lalu, pada awalnya pembokat gw yang lama pamit untuk berhenti bekerja dari rumah gw sehingga praktis gw sama istri ngga punya pembokat yang selama ini membantu kami berdua untuk beres-beres rumah, cuci & setrika pakaian serta memasak.


Setelah selama seminggu kami berdua kehilangan pembokat akhirnya tawaran mendapatkan pembokat barupun datang dari tukang sayur yang biasa keliling disekitar kampung kami, singkatnya pada sore hari di hari libur tukang sayur itupun mendatangi rumah kami sekaligus membawa dan memperkenalkan pembantu yang dia tawarkan kepada kami berdua.


Sore hari ketika kami berdua sedang asik menonton acara siaran langsung sepakbola di salah satu stasiun tv swasta tiba-tiba….“Tok..tok..tok..”…”permisi selamat sore”…”siapa itu mah? Coba diliat” sahut gw ke istri yang ternyata adalah si tukang sayur yang mengetuk pintu pagar kami…”sore” jawab istri gw, “eh, pak Slamet silahkan masuk pak” lanjut istri gw…”baik, terima kasih bu Jerry” balas pak Slamet. “Ini bu seperti tawaran saya kemarin tentang pembantu yang mau bekerja di rumah ibu” sahut pak Slamet, gw pun yang tadinya lagi leyeh-leyeh diruang TV akhirnya beranjak berdiri untuk menyambut kedatangan pak Slamet tersebut.


Pak Slamet mempersilahkan ke si pembokat untuk memperkenalkan diri, nama saya “Lilik, bu” sahut pembokat itu, “kamu umur berapa Lik?” tanya istri gw…”umur saya 28 tahun bu”…”sudah menikah?” lanjut istri gw…”sudah bu, tapi sekarang sudah pisah” jawab Lilik sang pembokat…”berasal dari daerah mana?” tanya istriku lagi…”asl saya dari daerah M, bu” jawab Lilik kembali. Akhirnya istri dan gw sepakat untuk menerima Lilik menjadi pembokat kami dan istri gw pun menjelaskan tentang pekerjaan Lilik selama bekerja di rumah kami ini.


Akhirnya seminggu sudah Lilik bekerja di rumah gw dan selama seminggu inipun Lilik bisa dikatakan bekerja cukup baik ini bisa dibuktikan kalo istri gw ngga pernah mengeluh akan hasil kerjanya Lilik. Semua pekerjaan rumah bisa dikerjakan dengan baik olehnya.


Tepat sebulan sudah Lilik bekerja di rumah gw dan selama sebulan itupun kondisinya berjalan biasa-biasa saja bahkan bisa dikatakan Lilik sudah semakin paham akan kebiasaan dan kemauan kami berdua seperti apa. Namun ada sesuatu yang selama ini tanpa pernah gw perhatikan secara detail ternyata si Lilik ini sering sekali memakai baju ketat khususnya di siang hari karena disiang hari kami berdua sama-sama bekerja sehingga praktis di rumah hanya Lilik seorang diri.


Hal ini baru gw ketahui ketika suatu siang gw pulang cepat dikarenakan kurang enak badan sehingga mengharuskan gw untuk pamit pulang ke Bos gw dengan alasan sakit dan si Bos pun langsung mengijinkan karena selama ini gw memang ngga pernah macam-macam dan memang terlihat sekali kalo muka gw pucat.


“Tok…tok…tok..,Lik tolong buka pagarnya!!” sahut gw sedikit berteriak,…”baik pak tunggu sebentar!!” sahut Lilik tidak kalah berteriak dari dalam rumah dan pagarpun dibukakan oleh Lilik serta merta gw pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamar untuk segera langsung berganti pakaian. “Lik, tolong masak air panas untuk saya mandi ya!!” sahut gw dari dalam kamar. Beberapa menit kemudian pintu kamarpun diketuk oleh Lilik “tok…tok…tok.., pak air panasnya sudah ada di kamar mandi” sahut Lilik…”baik Lik, terima kasih ya” balas gw.


Akhirnya gw pun keluar kamar dan melangkah ke kamar mandi untuk segera mandi, setelah beberapa menit akhirnya gw pun selesai dari kegiatan mandi gw dan langsung menuju ruang tv untuk merelaksasikan badan gw sekalian memanjakan mata dengan menonton acara tv di siang hari yang selama ini jarang sekali gw bisa rasakan kalo bukan di hari libur. Ngga berapa lama gw lagi asik menonton gw dikejutkan dengan suara Lilik “pak ini silahkan diminum dulu teh hangatnya” ujar Lilik…”iya ditaruh aja dulu di meja Lik, biar nanti saja saya minumnya…terima kasih ya Lik” jawab gw..”sama-sama pak” timpal Lilik…”bapak sepertinya lagi ngga enak badan ya?” lanjut Lilik lagi dan gw pun menjawab “iya nih Lik makanya bapak pulang cepat dari kantor”…”kalo bapak berkenan Lilik bisa pijat badan bapak biar segar lagi pak” sahut Lilik…”kamu bisa pijat Lik?” tanya gw….”bisa pak namanya juga orang kampung, kan perempuan kampung harus bisa pijat pak” jawab Lilik lagi….ngga terasa kami saling bertanya yang pada akhirnya membuat suasana diantara kami berdua menjadi mencair.


“Ya udah kalo kamu bisa pijat tolong badan bapak di pijat ya Lik”…akhirnya aku menerima tawarannya Lilik….”baik pak, tunggu sebentar pak saya ambil minyak pijatnya dulu ya pak” sahut Lilik….akhirnya Lilik pun beranjak dari duduknya dan di saat dia berdiri dari duduknya ini gw baru tersadar kalo pembokat gw itu memakai baju yang cukup ketat dan bercelana pendek dengan perkiraan gw tinggi n berat badannya cukup ideal sekitar 164 cm tingginya serta badannya bisa dibilang proporsional dengan kulit berwarna sawo matang tapi yang menarik adalah bentuk toketnya yang tidak terlalu besar sekitar 34B tapi berbentuk bulat dan kencang, namun itu semua belum bisa membuat gw terangsang dan memang ngga pernah terlintas sedikitpun di otak gw untuk bisa ngentot sama pembokat gw sendiri.


Akhirnya Lilik pun tiba dengan sudah membawa minyak untuk memijat badan gw, langsung aja gw buka baju dan tidur tengkurap di karpet ruang tv. Kurang lebih setengah jam sudah badan gw dipijat oleh Lilik tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari mulut kami berdua hal ini dikarenakan gw memang menikmati pijatannya Lilik yang dalam kondisi ngga enak badan seperti sekarang ini akan menjadi terasa nikmat. “Mohon maaf celana bapak saya gulung keatas ya biar gampang pijat paha bapaknya” sahut Lilik memecahkan kesunyian diantara kami berdua…”oh ya silahkan Lik” timpal gw, nah di kondisi inilah tiba-tiba rangsangan birahi gw naik karena Lilik memijat paha bagian dalam gw yang mengakibatkan kontol gw perlahan-lahan bergerak naik.


Akibat birahi gw naik pada akhirnya otak mesum gw pun muncul “hmmm….enak juga nih” gumam gw dalam hati…..”pak sekarang badannya dibalik Lilik mau pijat bagian depan tangan dan kaki bapak!!” seru Lilik memecahkan pikiran mesum gw…”ok..” jawab gw singkat.


Awalnya Lilik memijat bagian tangan gw terlebih dahulu dengan posisi tidur gw yang terlentang….karena posisi terlentang maka gw bisa bebas melihat Lilik khususnya toketnya Lilik yang bulat itu, sambil memijat tangan gw Lilikpun sedang asik menikmati acara tv tanpa terasa tangan gw pun ditarik agak sedikit keatas tepatnya di depan toketnya beberapa sentimeter saja, mungkin dia lakukan ini agar lebih mudah n rileks dalam memijat tangan gw.


Akhirnya otak mesum gw berhasil menguasai pikiran sehat gw, secara perlahan tangan gw sedikit didekatkan ke toket dia sehingga ujung jari gw menyentuh gundukan toketnya dan hal ini berlangsung sekitar 2 menit dan baru dia tersadar akan kenakalan jari gw dan perlahan-lahan tangan gw pun dimundurkan agak menjauh dari toketnya, namun karena dia lagi konsen nonton tv tanpa sadar tangan gw sudah berada ditoketnya lagi dan tanpa menunggu lama gw pun langsung meremas lembut toketnya Lilik dan reaksi Lilik pun tersentak ketika sadar serta merasakan toketnya gw remas…tiba-tiba ”bapak kok gitu?!! Bapak nakal ah!!!…udah ah Lilik ngga mau mijat lagi kalo bapak nakal gitu ke Lilik!!!..” sewot Lilik sambil membanting tangan gw dan matanya melotot ke gw….hehehehe”iya deh maaf ya Lik abis saya kok tiba-tiba jadi terangsang begini”….”ya kalo mau begituan ya nanti lah tunggu ibu datang pak…masa sama Lilik sih!!!”…hardik Lilik yang masih sewot dengan gw…akhirnya gw pun jawab “iya maaf deh, ayo Lik lanjut lagi pijatnya yah”…”tapi jangan macam-macam ya pak” sahut Lilik….”ok” timpal gw.Cerita Dewasa - Pertama Kalinya Gw Ngentot Dengan Pembantu1


Akhirnya tangan yang satunya dapat giliran dipijat jg sama Lilik tapi karena agak jauh dari Lilik akhirnya gw sedikit memiringkan badan agar Lilik dapat memijat tangan gw dengan mudah, kembali tangan gw pun menyentuh toketnya Lilik tanpa disadari olehnya dan hal ini langsung saja gw ambil lagi kesempatan untuk remas toket Lilik lagi dan akhirnya toketnya pun berhasil gw remas dan seperti halnya tadi Lilikpun melotot sewot ke gw tapi dia lanjut terus mijat tangan gw. Karena dia diam saja akhirnya gw pun lanjut meremas toketnya dan akhirnya “ bapak kok gitu sih!!! Tadi janjinya apa?!!!” sahut Lilik….”iya sih, tapi gimana dong kalo sudah napsu? Bapak mohon ijin cuma remas toket Lilik aja ya?” ujar gw….reaksi Lilikpun ternyata hanya diam saja n lanjut asik mijat sambil nonton tv….akhirnya gw pun menikmati meremas toket Lilik dari luar namun lama kelamaan gw pun terangsang berat dan akhirnya kontol gw pun berdiri tegak sehingga terlihat jelas kalo celana gw menggelembung tinggi.


“Iiihh….itu bapak bangun…hihihihihi” akhirnya Lilikpun mengeluarkan suaranya…..”iya makanya dielus-elus dong Lik” sambil langsung gw tarik tangannya ke kontol gw dan tanpa disuruh lebih lanjutpun Lilik langsung menggenggam kontol gw dan mengusap-usap dengan lembut….disinilah terlihat sudah kalo Lilikpun birahinya sudah naik dan hal ini tidak mau gw sia-siakan langsung aja gw tarik dia jatuh kebawah dan langsung gw lumat bibirnya Lilik.


Dan akhirnya kami pun sudah dalam pergulatan ciuman yang panas saling sedot bibir….”hmmmmpph…muuacchh..” begitulah suara yang terdengar dari mulut Lilik…..”aaahhhh….paaakk…” sahut Lilik terangsang……akhirnya Lilik pun melepas pagutan kita berdua dan berucap…”pak kok jadinya begini?!!”….”ngga apa Lik, mending dinikmati aja” timpal gw….”tapi nanti ketahuan ibu gimana pak?” tanya Lilik cemas….””ibu ngga akan tahu kok Lik, kalopun ibu tahu itu berarti kamu yang bilang ke ibu” sahut gw…”gila apa saya pak??…masa berbuat gila seperti ini sama bapak terus Lilik bilang ke ibu sih?!!”…”ya makanya kita nikmati aja Lik, kan Lilik juga udah lama ngga disentuh laki-laki kan?”…bujuk gw….Lilik pun hanya bisa senyam-senyum malu tapi pengen gitu…hehehehe. Tanpa banyak omong gw pun langsung aja buka baju n branya dan terlihat lah toket bulat nan kencang itu tanpa ada lagi yang menghalanginya dan langsung aja gw remas-remas sambil pentilnya yang imut berwarna coklat muda itu gw pilin-pilin dan karena gw udah napsu maka gw pun langsung sedot n jilat-jilat toketnya yang akhirnya Lilikpun tersentak kaget karena geli melanda seputar toketnya….”adddduuuuuhhhhh…..gelllliiiiiiii… paaaaaaakkk!!!….aaaaarrrgghhh…sssssshhhh” ceracau dan desah Lilik cukup keras dibarengi dengan Lilik menjambak serta menekan kepala gw agar lebih dalam lagi menyedot toketnya.


Cukup lama gw sedot, jilat dan gigit puting toketnya Lilik yang berukuran 34B itu sesuai dengan yang tertulis di bra nya ketika gw melepas pengait bra nya dan Lilikpun sudah nggak tinggal diam lagi tangan Lilikpun meliuk-liuk masuk ke dalam celana gw dan ketika target utama tertangkap oleh tangannya maka langsung saja kontol gw dimainin dan dikocok-kocok oleh Lilik…..”ooohhhhh…..yeeeaaahhhh….sssshhhh” gw pun melenguh.


Tanpa menunggu lama badan Lilik pun beranjak bergerak kearah kontol gw yang masih diremas oleh Lilik dan masih terbungkus celana dan akhirnya dengan sekali tarikannya celana gw pun berhasil terlepas dari pantat gw….tiba-tiba…”uuuupppsss!!!” Lilik sedikit berteriak dengan ekspresi melongo kaget melihat kontol gw yang secara ukuran sih biasa saja Cuma panjang 14 cm dan lebar 4 cm itu…”iihhh….bapak banyak bulunya dan kepala burungnya kok gede banget pak?!!” tanya Lilik kaget disertai napsu itu…”iya Lik coba dong dijilat dan dihisap sama Lilik”…rayu gw…”aduuuhh….apa muat masuk ke dalam mulut Lilik pak?” tanya Lilik sedikit ragu….”coba pelan-pelan aja dulu Lik nanti juga pasti bisa masuk kok” gw meyakinkan Lilik….”iya deh”…timpal Lilik….”ssllrrruuuuppppp….ssshhhh….sllrruuup pp” akhirnya Lilikpun menjilat kontol gw dan gw pun tersentak nikmat…”aaarrggghhhhhh……yyyeeeaaahhhhh….tr uuuuusss jilaaat Lik”…sahut gw…Lilik pun hanya bisa “mmmmppphhh”…perlahan akhirnya kontol gw pun amblas ditelan masuk semua dimulutnya Lilik…”oooohhh…..Liiiiikkkk…..terus sedot Lik….ooohhhh….enaaaaakkk Likkkk”…gw pun mengerang keenakkan.


Sepongan Lilik memang membuat gw kelojotan karena selain batang kontol yang disedot biji kontol gw pun ngga luput disedot oleh Lilik…”sslllrruuuupppp…ppllooopp….ssslllrruu uppp…pplloooopp..” begitulah suara yang keluar dari akibat biji kontol gw disedot sama Lilik. Lilik begitu napsu melumat kontol dan biji gw sehingga gw pun bergerak untuk membuka celana yang masih dipakai oleh Lilik, hal ini tidak lah sulit karena Lilikpun membantu gw agar mempercepat untuk membuka celananya dan setelah terbuka maka terlihatlah memek Lilik yang lebat dengan jembutnya yang keriting itu dan terlihat jelas kalo memeknya Lilik sudah banyak mengeluarkan cairan pelumasnya yang diakibatkan adanya rangsangan birahi yang hebat dalam diri Lilik yang selama ini sudah cukup lama dia tidak pernah rasakan lagi.


Hal ini membuat gw bernapsu untuk mengocok memek Lilik dengan jari tangan gw dan Sekali dorongan jari tengah gw pun langsung merangsek masuk ke dalam memeknya Lilik yang sudah teramat basah itu dan Lilik pun mendesah hebah ketika jari gw masuk ke dalam memeknya…”Pllopp”…begitulah Lilik melepas sepongannya dari kontol gw dan mendesah sedikit teriak..”…ooooohhhh….sssshhhhh….addduuuuuhhh h…terrruuuusss sodok…teruuuss….kocccoookk paaak memeeek Liliiik” menggelinjanglah badan Lilik karena nggak kuat menahan rangsangan kocokan jari gw dan akhirnya Lilik pun berucap “uuuddaaahhh…paaakkk…sttooopppp….enttto ott Lilik pake kontoool bapaaak ajaaa sekaaarraaaaannnnggg” sambil Lilik membuang badannya kesamping gw dan gw pun tanpa menunggu lama gw langsung arahkan kontol gw ke hadapan liang memek Lilik dan dengan sekali dorongan yang kuat namun pelan akhirnya “BLLEEEESSSSS…..”…”OOOOHHHH….bapaaaaaaaaaaak kk!!!!”…Lilik melenguh keras disertai matanya melotot sambil meremas pantat gw kencang sekali.


Akhirnya untuk pertama kalinya kontol gw masuk di dalam memek Lilik dan sengaja gw masukkan semua pelan-pelan sampai mentok dan kemudian gw biarkan terlebih dahulu beberapa saat sampai akhirnya badan Lilik pun merespon dan membuat gerakan-gerakan rangsangan agar gw mengimbangi gerakannya secara perlahan-lahan dan berulang-ulang. Berawal dengan genjotan yang pelan secara lambat laun genjotan kontol gw di memeknya terus gw tingkatkan kecepatannya yang pada akhirnya gerakan kita berdua pun berubah menjadi liar dan ganas karena kita berdua sudah masuk dalam rangsangan birahi tingkat tinggi.


“Aaahhhh….sssshhhh…oooohhhh….ppaaaakkk” ceracau Lilik keenakkan…”kenapaa Liiiik?” tanya gw….”aduuuuhhhh….teruuuss…genjjooooot paaakk…aahhhhhh”…lanjut Lilik sambil menatap sayu dan mejulurkan lidahnya ke hadapan gw sehingga Lilik jadi semakin terlihat binal dan liar.


“Enak Lik ngentoot sama bapak?” tanya gw sambil tangan gw meremas-remas toketnya Lilik….”he eehh….ennaaakkk paaakk…ssshhhh…aahhhh” jawab Lilik menikmati keluar masuknya kontol gw ke dalam memeknya Lilik….”enak mana sama kontol mantan suami kamu Lik?” tanya gw memancing Lilik….”enaaakkk kontoooooolll bapaaaaaaakkkkk!!!….ooooohhhh…ssshhhh”…jawab Lilik histeris…”addduuuhhh….teruuusss…..paaakkk… entoooott…teruuuss..memeeekk…Liliik….terusss paaakkk….sssshhhh”…ceracau Lilik….”gimana rasanya kontol bapak di memek Lilik?” tanyaku lagi….”aaahhhh….penuuuh paakkk…sessaaakk rasaaanyaaaa..ssshhh”…jawab Lilik lagi.


“Ooohh….kalooo kontoool bapaaak enaak ginii…Lilik pengen teruuusss paaakkk” teriak Lilik keenakkan, gw diam aja ngga balas omongan Lilik karena gw merasakan sudah saatnya peju gw mau muncrat keluar…”Liiik…bapaaak mau keluaaar…aaahhhh” erang gw…”iyaaa paaak Liliiikk juggaaa….ssshhh…aaahhh”…”genjjott teruuuss paaakk lebih cepaaatt….sssshhhh”….minta Lilik…akhirnya gw percepat gerakan genjotan kontol gw sehingga menimbulkan bunyi ”plook…ploookk…plookk” karena pangkal paha kita berdua beradu keras membuat suasana terasa semakin panas n penuh napsu ditambah lagi gw lihat toket Lilik bergoyang naik turun dengan indahnya.


Disaat gw percepat genjotan gw nampak muka Lilik mengernyit dan badannya menegang seperti orang yang sedang menahan sesuatu namun tidak lama kemudian akhirnya….“aaahhhh….ssshhhh….oooohhh…ppaaa aaaaakkkk….Liliiiik keluuaaaaaaarrrrr!!!”….Lilik histeris sambil memeluk badan gw kencang ”crreeet…creeett..creettt” akhirnya gw rasakan kontol gw basah tersiram cairan kenikmatan di dalam memeknya Lilik….”oooohhh….ssshhh…aahhhh enaaaaakkkk paaaakk” sahut Lilik sambil terus mencium bibir gw n semua muka gw pun diciumi olehnya dengan raut muka yang terlihat puas dan lelah berwarna kemerahan seperti udang rebus.


Tidak lama setelah Lilik berhasil mencapai klimaknya akhirnya tiba giliran gw yang sudah merasakan kalo peju di dalam kontol gw pun telah merambat naik dan berkumpul di dalam kepala kontol gw dan akhirnya..”aaaaahhhh….Liiiikk…bapaaaakk….. keelluuaaaaaaaaarrrrr!!!!”…”crrooott…crrroott. ..crooott..”….”aaaahhhhhhhhhhh…” teriak gw sambil gw sodok sedalem mungkin kontol gw ke dalam memekny Lilik…”aaahhh….sssshhhh” desah Lilik yang langsung terbelalak melotot dan langsung memeluk erat badan gw karena kaget menerima kenikmatan semburan peju gw yang banyak dan kedutan kontol gw di dalam memeknya.


Akhirnya pertempuran ngentot gw sama Lilik pun berakhir dengan penuh kenikmatan sehingga membuat Lilik dan gw langsung ambruk lemas karena serunya pergulatan ini dimana kami berduapun masih dalam posisi saling berpelukan untuk beberapan saat.Cerita Dewasa - Pertama Kalinya Gw Ngentot Dengan Pembantu2


“Lik nggak apa-apa tadi bapak keluarin di dalam memek kamu?” tanya gw ke Lilik….sambil mengulat dan mencium bibir gw Lilik menjawab “nggak apa-apa kok pak…bapak tenang aja jangan panik karena Lilik ngga akan bisa hamil alias mandul Pak” “dan karena itu lah Lilik diceraikan oleh suami karena Lilik dianggap nggak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk dia pak” lanjut Lilik dengan wajah yang sedikit sendu.Akhirnya gw tahu penyebab Lilik bercerai dan karena gw merasa iba gw peluklah Lilik dengan lembut dan gw kecup pipinya untuk menyenangkan dia.


“Lilik nyesal ngga udah ngentot sama bapak?” tanya gw ke Lilik…”nyesel sih ngga pak malah Lilik senang karena akhirnya Lilik bisa beginian lagi setelah 3 tahun ngga beginian…walaupun bukan sama suami Lilik sekalipun” jawab Lilik “tapi Lilik merasa bersalah sama ibu pak…dan Lilik berharap cukup sama bapak dan sama suami Lilik kelak aja Lilik melakukan ini semua pak” lanjut Lilik kembali sedikit lirih.


Sejak kejadian pergumulan pertama kita pada akhirnya kami berdua jadi sering melakukannya di rumah dengan melakukan berbagai variasi gaya ngentot tentunya ketika suasana dan kondisinya memungkinkan dan sudah tentu ketika istri gw pun sedang tidak ada di rumah dan hanya ada kita berdua saja yang ada di rumah, namun kenikmatan inipun tidak berlangsung lama hanya berjalan 6 bulan saja karena pada akhirnya Lilik pun harus berpamitan untuk pulang kampung yang dikarenakan bapaknya Lilik sakit keras sehingga Lilik harus kembali ke kampungnya untuk membantu ibunya berjualan dipasar dan merawat bapaknya.


Demikian kisah nyata tentang kejadian dimana akhirnya gw mengentot dengan pembokat gw sendiri untuk pertama kali.


TAMAT


Senin, 07 April 2014

Cerita Dewasa – Berawal dari memberi kerupuk, berakhir d ranjang tetangga

Cerita Dewasa - Berawal dari memberi kerupuk, berakhir d ranjang tetangga perkenalkan nama saya dani, saya tinggal di sebuah rumah kontrakan, saya bekerja d perusahaan swasta, tetangga saya hanya 5 rumah karna memang rumah kontrakan saya letaknya paling ujung perumahan,,

pagi itu tepatnya hari minggu bumi diguyur hujan rintik2, saya lagi malas kluar, jadi bikin nasi goreng sambil nunggu pedagang krupuk keliling lewat,,

“krupuk… krupuk… tet tet tet” saya pun kluar, krupuk pak, pedagang itu pun berhenti, ternyata tetangga baru ku juga ingin membeli tampaknya, kluarlah sesosok bidadari cantik dari balik pager, namanya mbak nisa, dia sekitar umur 27 an, tingginya sekitar 160 cm, 55 kg, 34B,, suaminya sering ke kalimantan karna memang kerja d tambang, kadang datang 2 minggu sekali, masi belum punya anak, mereka baru pindah d perumahanku sekitar 2 bulan yang lalu

mbak nisa pagi itu pakai daster putih, rambutnya basah kena air hujan, cantik juga ni orang gumamku dalam hati,, entah knapa mulutku menyapa dia, pdahal sehari2 tak pernah ak brani menyapanya,,

percakapan dimulai

A: ane

N: mbak nisa

A: “beli krupuk juga mbak?” tanyaku

N :”iya mas” jawabnya sambil menebarkan snyumnya yang indah

A: “mas andi masi d kalimantan ya mbak?

N: “iya mas, kerjaan banyak sekali katanya jadi g bisa pulang” jawabnya

A: “biar pak saya aja yang bayar smua sama punya mbak ini”

N: “loh mas g usah”

A: “biar mbak gpp cuman brp ribu, hehe”

N: “makasi ya mas”

A: “iya buruan masuk mbak tar pusing ga ada yg ngerokin loh, kan mas andi lagi jauh, hehe”

N: “iya makasi mas”

dan betapa kagetnya saya melihat mbak nisa pantatnya ngeplek d dasternya yang sedikit basah, sepertinya dia memakai g-string dan ternyata benar, ada tali merah terliah melintasi pinggulnya, wow binal juga kayaknya

berhari2 ak memikirkan mbak nisa, keesokan harinya sepulang kerja ak rebahan d sofa dengan hanya memakai celana dalam sambil bayangin ngentot mbak nisa, pintu ak tutup tp cendela lupa terbuka,

“tok tok tok mas” betapa kagetnya ak mendengaar itu seperti suara mbak nisa, langsung ak pake celana dan baju ku

A : “bentar mbak”

akhirnya pintu ak buka setelah sofa ak rapikan

N : “mas ini ak lagi masak, keinget krupuk yang dibayarin mas, jadi kasian sama mas sendirian g ada yang masakin”

A : “eh i…iya mbak makasi baik banget sih, bahagia punya istri kayak mbak”

N : “ah bisa aja mas”

A : “kalo ak g ada yg masakin, mbak g ada yg ngerokin, nasib kita hampir sama mbak, hehe”

N : “apa coba, g nyambung mas”

A : “masuk dulu mbak saya ganti tempatnya”

N : “g usah mas besok2 aja kembaliin tempatnya”

A : “oh iya deh mbak makasi banget loh mbak”

mbak nisa yang waktu itu pake kaos sama hotpants terlihat sexy banget, sambil rambutnya basah, hmmm halusinasi kembali dimulai

hari demi hari berlalu bayangan mbak nisa telanjang g bisa terhapuskan

hari sabtu ak nekat ngembaliin tempat ke rumah mbak nisa, sambil berharap suaminya belum pulang

“mbak permisi mbak” ak panggil2 tidak ada orang yang kluar tapi pintu tidak dikunci, pagar juga masu d kunci, mumpung sepi ak loncat pager aja, aku pun masuk ke dalam rumah ternyata mbak nisa lagi njemur pakaian d belakang dan yang paling sensasional dan cetar membahana mbak nisa pake lingerie, wow mataku terbelalak, meliat pantatnya yang indah d balut lingerie pink yang transparan, meriamku langsung berdiri tegak seolah pngen ngebom gua mbak nisa

A : “mbak maaf menganggu”

N : “loh mas kapan kamu masuk” sambil kaget dia menutupi badannya pake handuk mukanya merah emanambah kecantikannya

A : “daritadi ak panggil2 g ada jawaban mbak takut mbak nisa kenapa2 ak loncat pager dan nekat masuk, maaf mbak ak lancang, dan udah ngeliat tubuh mbak daritadi maklum mbak ak g pernah ngeliat tubuh orang cantik” jurus kungfu kluar dahCerita Dewasa - Berawal dari memberi kerupuk, berakhir d ranjang tetangga1

N : “oh gpp mas ak malu”

A : “ini mbak tempat yang kemaren, sama ini krupuk mbak sapa tau udah habis yg kmrn”

N : “bisa aja, makasi ya” dan tanpa sengaja tangan mbak nisa lupa meraih tempat dari saya handuknya jadi jatuh, dan lingerie itu menampakkan payudaranya yang indah disertai puting pink, wow mataku terbelalak dengan menelan ludah ak melamun

A : “mbak ak pul pulang ya, gak kuat” balik badan langsung lari

N : “woe mas sini jangan lari, enak aja”

ak kaget d ibilang begitu dengan berat ak melangkah balik ke mbak nisa, entah apa yang akan terjadi ak pasrah

N : ” mas kamu kan udah ngeliat tubuhku depan belakang, gratis lagi kenapa kamu lari? ”

A : ” ak g kuat mbak, mau berfantasi ke kamar mandi, maaf mbak ak harus gimana? bayar?”

N : “hmm ak juga harus liat punyamu dong mas, biar adil”

A : “hah” ak kaget ketika mbak nisa membuka celanaku namun ak biarkan

N : “hmm udah mas ak liat punyamu ini sekarng bajumu dibuka, biar smua ak liat, g gede sih tapi tahan lama g nih?” sambil meremas2 kontolku tangan mbak nisa menarik badanku yang sudah telanjang bulat

A : “ahh mbak, pengen ya?? ayo mbak ak mau jgn cuma diliatin aja

N : “iya bantu ak ya mas, ak memang sengja pake lingerie biar ada pria yang masuk memperkosaku, dah lama mas andi g pulang dah lama pula meki ku g d datengin kontol, puasin ak ya mas” manja banget bahasnya bikin makin horny aja

FK langsung dilakukan sehlai demi sehelai kain yang ada di tubuh mbak nisa terbuang, susu mbak nisa menempel penuh d dadaku, bibir kami berpagut seolah2 waktu berhenti tangan kami bergerilya meremas bokong, saling memegang kelamin, dan tak lupa tangan ku mendarat d dua daging yang empuk d dada mbak nisa, puting pun ak mainin

N : “mas d luar yuk ak pgn sambil ujan2an”

A : “rrebahan dulu mbak, ak pgn jilat punya mbak sama mimik susu dulu”

mbak nisa pun lgsg tiduran, tangaku d tarik dan lagnsung ak isep payudaranya, ak jilat puting susunya

N : “ohhhh… mas ssssssshhh, lama ak g ngerasain ini”

ak julurkan lidah ku ke seluruh tubuhnya ak jilati sampe turun menju vaginanya. klitoris ak maenin dengan lidah sebelum ak isep kuat2 itu itil nya tak lama kemudian

N : “mas ak kluar….ooogggggggggghhhhhhhhhhh” mbak nisa menggelinjang ketika dia klimaks, sambil menarik2 rambutku, kakinya menjepit kepalaku

N : “hentikan mas ak udah lama g di giniin sama suamiku” sambil menarik kepalaku

A : “maaf mbak ak juga udah lama g ngisep ginian” ak turunin lagi kepalaku ke mekinya, akmaenin lagi mekinya, dan mbak nisa semakin menjadi meremas2 susunya sambil menggerakkan2 pinguulnya menandakan dia keenakan

selang 5 menitan, ak minta untuk 69 mbak nisa pun mau, kembali ak maenin meki nya dengan tangan sambil ak jilatin, tak luba lubang anus nya yang membuat mbak nisa kelabakan, kontolku d emut, d isep d kocok dalm mulutnya, kembali akrasain kocokan mulut semakin keras ketika itil nya ak maenin sementara tanganku masuk ke dalam mekinya

10 menit berselang mbak nisa teriak

“plok” mulut mbak nisa yang penuh dengan kntol ku dikelurakan,

N : “mas aka hampir”

A : “ak juga mbak, isep lagi donk” tanpa mikir lagsung mbak nisa mengulum kontolku kembali, sementara ak semakin menjadi memainkan meki mbak nisa biar kluar dan

N : “oooooopppp” suara mba nisa yang meraskan mekinya udah orgasme, sambil mempercepat gerakan mulutnya mengulum kontolku

A : “oougghhhh mbak ak kluar” ak peluk pinggul mbak nisa ak masukin dalem2 kontolku ke dalam mulutnya sambil menyemprotkan lendir cinta

sperma ku d telen habis2 sama mbak nisa begitu juga cairan mbak nisa serasa minuman yang sangat enak tidak ingin ak sisain ada d meki nya

N : “mas masi mau??”

A : “kalo ak sih sebelum ngerasain ini masuk ke dalam situ ak g mau plang mbak, udah capek kah??”

N : “ak g pernah capek mas, selama ini belum d obrak abrik punyamu ak belum capek mas, sini masukin” sambil terlenntang membuka kedua kakinya, tangan mbak nisa memainkan mekinya, aku pun langsung menju atas tubuh mbak nisa, sambil menciumi ak mengarahkan kontolkua ke liang kenikmatan itu,

N : “mas ak pgn di luar, yuk gendong ak”

sambil ku gendong ak tancapkan kontolku ke meki mbak nisa “ouughhh” suara kami serentak ketika kontolku masuk ke dalam, sambil jalan mbak nisa menggoyang2 kan badanya

N : “ouughhh mas nikmati ak” sampailah kita di luar rumahnya disana ada kursi panjang yang bisa untuk rebahan akrinya ak duduk di sana, dan mba nisa masi di pangkuanku, dia menggenjot keras sekali sambil menghadap atas menandakan kenikmatan yang d dapat memang tiada duanya

N : “ouuhggghhh sssssshhhh, kontolmu enak sayang habiskan lah ini, habiskan punya ku” sambil meremas kepalaku diarhakan ke susu nya yang basah kuyup karna air hujan, dinginnya hujan pun g pernah kami rasakan karena kehangatan antar 2 kelamin bersatu

mbak nisa minta ganti posisi dia nungging d kursi dan ak berdiri

N : “oughhh kerasin y sayang,” sambil menciumku dia meremas pantatku, ak pun semakin giat menggenjot meki mbak nisaCerita Dewasa - Berawal dari memberi kerupuk, berakhir d ranjang tetangga2

A : “ssjhhhhhh oougghhhh, mbak sayang ak ingin jadi suamimu, emki mu enak sekali”

N : “ahhhhhhh ihhhhhhh, kerasin sayang,,,, kaaamuuuhhhhh udaaahhhh jadiiiihhh suamikuhhhh ohhhhh”

sekitar 5 menit ak taruh mbak nisa d bawah karpet yang memang kami siapkan untuk di bawah, dan mbak nisa ngangkang ak masukin lagi kontolku selang 10 menit

N : “sayang aku mau kluar, oohhhhhh”

A : “iya mbak ak bantu sshhhhh”

N : “ayo ayg kamuhhh bisahhhh,,, aahhhh”

A : “mbak jepit kontolku, aku mau lkuar juga aahhhhh”

N : “dalem aja sayang ak pgn punya anak”

N : aahhhh ak dulu sayang oouughhh aaargghghh hmmmmm shhhhh kakinya menjepit badanku menarik badanku, namun aka menahan sambil terus menggenjotnya, hujan pun berhenti mengguyur tubuh kita

genjotanku semakin liar semakin ak rasain cairan mbak nisa, mekinya udah kembut2 menjpit kontolku dan gak lama

A : “mbak aku….” crot.. crot,,, entah gimana bentuk d dalem meki mbak nisa cairan inya bergabung dengan seprmaku, aku pun memeluk mbak nisa sambil berciuman, kami pun beranjak masuk ke dalam rumah sambil menggendong mbak nisa kontolku masi menempel d meki mbak nisa, namun karna udah lemes jadi g masuk ekdalam, kami masi berciuman sambil masuk ke dalam,,, kami pun mandi bersama, setelah itu kami tidur telanjang hingga malam hari tiba kami terbangun dan makan sambil telanjang, akhirnya horny lagi dan itu pun berlanjut sampai senin pagi untung mbak nisa punya stok makan banyak jadi kami g usah kluar rumah, mbak nisa pun sampai sekarang kalo lagi pgn langsung tlp aku, dan kita ML di manapun oke.


Tamat


Minggu, 06 April 2014

Cerita Dewasa – Lubang hangat wanita hamil

Cerita Dewasa - Lubang hangat wanita hamil


aku adalah seorang pemuda yang gila seks. Ditunjang dengan wajahku yang tampan, tubuhku yang atletis, dan kemaluanku yang besar, banyak wanita yang etrgila-gila padaku. Dengan mudahnya aku bisa menikmati mereka kapan saja, dimana saja. Kuliahku yang di fakultas ekonomi disebuah unifersitas yang etrnama di bandung membuatku dikerubungi cewek2. Maklum, difakultasku perbandngan cowok-ceweknya 30-70. Apalagi kebanyakan cewek ditempatku cantik2. Namun ada yang membuatku penasaran, dan belum pernah kulakukan, yaitu menyetubuhi wanita hamil. Aku pernah membaca bahwa katanya menyetubuhi wanita hami itu sangatlah nikmat, karena memek mereka sangat panas, hangat dan tebal. Ternyata pengalaman itu kudapati saat aku berlibur dirumah pamanku.

Aku berlibur dirumah pamanku, yang juga menyewakan kamar2 di rumahnya sebagai tempat kost putri. Namun, sekarang peminat sedang sepi, sehingga kamar kost yang terhuni hanya satu saja, yaitu oleh mbak Hafzah, Mbak hafzah adalah seorang pengajar di sebuah sekolah islam di dekat rumah pamanku.

Usianya yang menjelang 25 tidak membuatnya kehilangan kecantikan yang ia miliki. Wajahnya yang halus terawat, serta kulitnya yang kuning langsat saungguh mempesona. Ia sudah memiliki suami seorang pelaut, yang pulang kerumahs etiap 6 bulan sekali. Jadi, setiap enam bulan, ia kembali ke rumahnya di kampung untuk bertemu dengan suaminya tercinta, dan selain itu ia nge-kost dirumah pamanku. Sekarang ia sedang hamil empat bulan, dan itu justru semakin membuatku terangsang ingin mencoba memeknya. Apalagi pembawaan wanita berjilbab ini yang kalem dan malu-malu terlebih kepadaku yang tampan dan atletis ini, membuatku semakin berahi.

Suatu pagi yang dingin, aku sengaja keluar tidak memakai celana, dan hanya berbalut handuk. Aku masuk kekamar manid, melewati Mbak Hafzah yang sedang mencuci baju. Sekilas aku lihat ia melotot kearahku, yang memang bertubuh atletis. Selesai mandi, aku keluar dan masih menjumpainya mencuci. Sekarang ia berusaha untuk tidak melihatku. Terlihat semburat merah diwajahnya. Aku berpura-pura menjatuhkan handukku, dan terlihatlah kontolku yang panjangnya 17 cm, tegak mengacung. Matanya melotot melihat kemaluanku yang menjulur bebas, Dan Mbak Hafzah sempat tertegun melihat kejantananku yang lumayan besar, panjangnya 17 cm tapi kemudian.. “Aouuww, Dik itunyaa!” kata nya sambil menutup wajahnya. Aku langsung mengambil handukku dan melilitkannya kepinggang, namun tak bsa menyembunyikan kontolku yang berdiri. Segera aku kembali masuk ke rumah utama.

Dikamar, aku langsung membayangkan kecantikan wajah Mbak Hafzah tadi. Ingin sekali rasanya memperkosanya, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua, karena paman dan bibi ada acara mendadak diluar kota. Lalu timbul niat isengku untuk mengintip, lalu kucari ke kamarnya. Saat di depan pintu samar-samar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan. Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat Mbak Hafzah sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang dia menyibakkan rok panjang yang ia kenakan sampai perut. kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya tadi bergantian. Kancing bajunya sudah terbuka hingga perut, memperlihatkan payudara yang sangat montok, berputing merah yang besar., Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam, terlihat Sangat erotis.Cerita Dewasa - Lubang hangat wanita hamil1

“Ouuhh.. Hhhmm.. Ssstt..” Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamar wantia cantik yang sedang hamil itu pelan- pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar wanita alim yang montok itu mendesis…desis “…i.. Sss Ahh..” Ternyata dia sedang membayangkan sedang bersetubuh , dia sedang bermasturbasi……………….. aku sangat bernafsu menyaksikannya…..paha dan payudaranya yang mulus walau perutnya agak membuncit, justru menambah nafsuku. Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga aku telanjang bulat. Batang kemaluanku sudah sangat tegang, kemudian tanpa suara aku menghampiri Mbak Hafzah, kuikuti gerakan tangannya meremasi buah dadanya. Wanita itu tersentak kaget lalu menghindar ke sudut tempat tidur, dan berusaha membenahi pakaiannya.

“Sedang apa Anda di sini!, tolong keluar!” katanya agak gugup. “Mbak nggak usah panik.. kita sama-sama butuh.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi wanita montok itu terus menghindar. “Ingat Dik, saya sudah bersuami dan sedang hamil!!” Dia terus menghiba. “Mbak, terus terang saya sangat terpesona oleh Mbak.. Nggak ada orang lain di sini.. cuma kita berdua.. pasti nggak ada yang tahu.. Ayolah saya akan memuaskan Mbak, saya janji nggak akan menyakiti Mbak, kita lakukan atas dasar suka sama suka dan sama-sama butuh, mari Mbak!” “Tapi saya sekarang sedang hamil, Dik.. kumohon jangan,” pinta wanta ayu itu terus. Aku hanya tersenyum. Secepat kilat aku menyambar tangannya, lalu dengan cepat kutarik dia dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuh indah wanita itu, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi dia terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku. Segera tanganku beroperasi di dadanya, . Buah dadanya yang lumayan besar itu jadi garapan tanganku yang mulai nakal.

“Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan..” rintihnya. Tanganku yang lain menjalari daerah kewanitaan wanita montok itu, bulu-bulu lebatnya telah kulewati dan tanganku akhirnya sampai di liang senggamanya, terasa sudah basah. Lalu kugesek-gesek klirotisnya dan kurojok-rojok dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani. “Uhh.. ss..” Akhirnya wanita itu mulai pasrah tanpa perlawanan. Nafasnya mulai tersengal-sengal. “Yaahh.. Ohh.. Jangaann Diik, Jangan lepaskan, akuuuuuu…..ssshhhhhhhh..” Gerakan Mbak Hafzah semakin liar dan binal, dia mulai membalas ciumanku bibirku dan bibirnya saling berpagutan. Aku senang, kini wanita montok ini mulai Menikmati permainan. Tangannya meluncur ke bawah dan berusaha menggapai laras panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Aku semakin beringas lalu kusedot puting susunya dan sesekali menjilati buah dadanya yang masih kencang. “Yahh.. addduhhhhh diiikkkkk………….ssshhhhh..” kata wanita itu sambil menggelinjang. daster sudah awut2an. Wajahnya sudah merah menahan birahi.

Kemudian aku bangun, kembali kunaikkan daster ke perut, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. Aku semakin bernafsu melihat liang kewanitaan wanita cantik yan ini yang merah mengkilat. Dengan serta merta kuelus dan kuraba kemaluannya….yang indah merekah itu…….. “Aaahh.. Ohh.. mmmhhh…ssshhhhh Diik.. Yaakh……..ssshh..”. Klirotisnya tampak merah merekah, menambah gairahku untuk ubahnmenggagahinya. “Sudaahh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. aku sudah nggak tahan..” pinta Mbak Hafzah. Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga liang kewanitaannya kelihatan terbuka. Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau mungkin karena diameter kemaluanku yang terlalu lebar.

“Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali.. ahh..” wanita yang biasanya alim dan pemalu itu menjerit jalang saat kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga aku merasakan mentok sampai dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama-lama kupompa semakin cepat. “Oughh.. Ahh.. Ahh.. Ahh..” Mbak Hafzah mengerang tak beraturan, tangannya menarik kain sprei, tampaknya dia Menikmati betul permainanku. Bibirnya tampak meracau dan merintih, aku semakin bernafsu, dimataku dia saat itu adalah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa berpikir aku sedang meniduri istri orang apalagi dia sedang hamil.

“Ouuhh Diik.. Mbak mau kelu..arrrrr……. aahh..” Dia menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku. Kurasakan, “Seerr.. serr..” ada cairan hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam kemaluannya. Wanita itu mengalami orgasme yang pertama. Aku kemudian menarik lepas batang kejantananku dari kemaluannya.

Aku belum mendapat orgasme. Kemudian aku membaliknya, berniat memompanya dari belakang. Wanita itu kemudian menungging, kakinya dilebarkan. Perlahan-lahan kumasukkan lagi batang kebanggaanku dan, “Sleep..” batang itu mulai masuk hingga seluruhnya amblas lalu kugenjot maju mundur. Mbak Hafzah dengan jalang menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku. “Gimaa.. Mbaak, enak kan?” kataku sambil mempercepat gerakanku. “Yahh.. …ssshhhhhh…duhhhh dik…… Aahh.. Aaah.. Uuuhh.. Aaahh.. ehh..kok……gini…..shhhhhhh” wanita cantik yang itu semakin bergoyang liar seperti orang kesurupan. Tanganku menggapai buah dadanya yang menggantung indah dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang membuncit. Buah dada itu kuremas-remas serta kupilin putingnya. Akhirnya Aku merasa sampai ke klimaks, dan ternyata wanita alim ini juga mendapatkan orgasme lagi. “Creett.. croott.. serr..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi.Cerita Dewasa - Lubang hangat wanita hamil2

Kemudian kami ambruk bersamaan di ranjang. Aku berbaring, di sebelah kulihat Mbak Hafzah dengan wajah penuh keringat, sampai jhilbab dan bajunya ikut basah kuyup. “mbak capek……..ahhhhhhhhhhhh” katanya. “Mbak, setelah istirahat bolehkah saya minta lagi?” tanyaku. “Sebenarnya saya juga masih pengin, tapi kita sarapan dulu kemudian kita lanjutkan lagi.” Mbak Hafzah hanya memandangku. Aku tahu, ia sebenarnya ingin menolak, namun gairah birahinya juga ingin dilampiaskan



Rabu, 26 Maret 2014

Cerita Dewasa – Pengalaman Pertama Biduan Dangdut

Pengalaman Pertama Biduan Dangdut Perkenalkan namaku angga, umurku saat itu 18 tahun

aku berasal dari kampung dan baru mulai kuliah di kota besar ini

aku tidak pernah mengenal dunia malam dan termasuk culun

sehingga dapat disimpulkan aku begitu awam dalam hal wanita


Saat pulang dari kuliah, didepan kostanku banyak pemuda sedang mendirikan panggung

ternyata malam ini akan diadakan dangdutan menyambut ultah karang taruna


Aku tidak begitu antusias melihat pertunjukan dangdut tersebut

karena aku kurang menyukai musik dangdut

tetapi aku tidak bisa tidur karena suara musik yang begitu keras

tentu saja berasal dari panggung dangdut yang hanya beberapa meter dari pintu kostanku


Jam 12 malam lewat, aku mendengar suara penyanyi dangdut mulai aneh

berubah dari nyanyian menjadi desahan sensual

“aaaahhh, ihhhh, oh, oh,oh, aduh, aduh”

aku pun penasaran untuk melihat bagaimana pertunjukan dangdut itu

dan segera ganti baju dan keluar menonton dangdutan


Pemandangan pertama membuatku shock

darahku berdesir melihat tiga wanita biduan dangdut

diatas panggung yang tinggi, mereka menyanyi dan bergoyang

mengenakan gaun ketat dan mini sehingga memperlihatkan lekuk tubuh mereka yang menggairahkan

dan sesekali ketika bergoyang, celana dalam mereka pun terlihat mengintip dari rok mini yang mereka kenakan

pertunjukan vulgar sepeti ini tidak pernah ada dikampungku


Satu biduan yang menyedot perhatianku, bertubuh sintal dan berkulit putih

dengan balutan gaun berwarna kuning, tubuhnya begitu seksi di terangi lampu kedap-kedip yang temaram

meliuk-liuk dengan pose sensual

sungguh begitu seksi dan membuatku terangsang


Tepat di suatu momen, dia bergoyang tepat didepanku

dengan pose mengangkang, celana dalamnya yang berwarna putih dan ketat terlihat jelas

belahan vaginanya tercetak, diantara paha yang bersih dan semok

tangannya seolah sedang meremas dadanya yang besar

wajahnya menunjukkan ekspresi binal

pemandangan yang langsung membuat penisku berkedut dan keras

inilah pertama kalinya aku melihat selangkangan wanita begitu dekat

begitu indah dan menggairahkan


entah berapa lama mataku tak bisa lepas darinya

menikmati setiap gerakan dan suaranyanya yang indah

beberapa kali kami bertemu pandang dan aku tidak berani melihat matanya

dan seakan tahu aku memperhatikannya, dia sengaja bergoyang lebih panas lagi didepanku

sampai dia tersenyum padaku dan kemudian terjadi hal yang tidak pernah aku bayangkan

dia memegang kepalaku dan sambil bergoyang dia mendekatkan selangkangannya padaku

aroma khas vaginanya tercium dan sontak aku tidak dapat bernafas karena begitu shock

dia terus melakukan pose seperti itu sambil tertawa-tertawa dihadapan banyak penonton

penonton pun ikut tertawa melihat ekspresiku yang terbelalak kaget

aku tidak peduli, aku tidak mau melewatkan kesempatan langka ini

aku hirup bau vaginanya sepuasnya, sampai dia melepaskan kepalaku dan melanjutkan nyayiannya


aku masih shock ketika gilirannya bernyanyi selesai

mas har, ketua pemuda mendekatiku

“angga, kostanmu dekat kan? pinjam kamar mandi sebentar ya, si rida katanya mau numpang kencing”

“rida siapa mas?” jawabku

“itu, yang nyanyi barusan” sambil nunjuk biduan seksi berbaju kuning idamanku

“oh, iiiiya boleh mas” jawabku dengan gugup

“bantu ya angga, dia sedikit mabuk” pinta mas har

“sip mas” jawabku

“aku lanjut goyang dulu, bentar lagi dangdutannya mau abis” kata mas har sambil berlari kedepan panggung


rida berjalan ke arahku sempoyongan

aku mendekatinya dan langsung membopongnya berjalan

tercium bau minuman keras dari mulutnya


Saat membopongnya aku jadi tambah bernafsu

aroma keringatnya membuat birahiku naik

tubuhnya yang hangat menempel ke tubuhku

dan tonjolan dadanya terasa disamping badanku

aku perhatikan matanya yang tertutup

dan aku pikir dia tidak sadar karena mabuk

“inilah kesempatan emasku” pikirku mesum

aku tak mampu menahan keinginan untuk mencium lehernya

dengan pelan-pelan aku hirup aroma lehernya yang dihiasi anak rambut yang tipis

oh, sungguh memabukkanku


tak terasa sampai didepan pintu kostanku

aku buka pintu dan tanpa buang waktu aku coba menaroh telapak tangan kananku didadanya

aku oerhatikan wajahnya, tidak ada reaksi sama sekali dari rida

aku semakin bersemangat dan mulai meremas dadanya yang besar

kenyal dan hangat


aku begitu asik meremas dadanya

mempelajari bagian-bagian payudara wanita dari rida

tiba-tiba,

“udah puas remas-remasnya” rida memandangku sambil tersenyum nakal

aku tercekat, malu, dan segera melepas tubuhnya dari boponganku

aku terkejut, tidak menyangka dia masih sadar

“maaf ya rida, aku.. aku… aku… ga sadar”

“aku.. aku.. ga bisa nahan, soalnya aku ga pernah… pegang-pegang cewek” jawabku terbata – bata

“oh ya, keliatan kok dari wajahmu, namamu angga kan? ”

“iya” jawabku

“udah nafsu banget pasti ya” dia mendekat

dan yang tidak aku sangka dia memegang selangkanganku, dan meremas penisku yang sudah berdiri keras

aku terpekik tertahan

“aw, udah keras banget!” serunya sambil tersenyum licik

“tunggu dulu ya sayaang, aku kebelet pipis nih” jawab rida dengan suara memelas sambil mengelus dadakuPengalaman Pertama Biduan Dangdut1


rida berjalan ke kamar mandiku

“kok gelap angga? jangan ditutup pintunya ya, aku takut” kata rida

“iya rida, lampunya cuma ada itu” jawabku sudah semaking tegang

“kesini dong, aku takut gelap” katanya manja


rida membelakangiku dan membuka celana dalamnya pelan-pelan

aku mematung, terpesona menonton pertunjukan erotis ini

“minta tolong pegangin celanaku ya angga”

dengan tetap memandangiku dia memberikan celana dalamnya padaku

tanganku gemetar menerima celana dalamnya

dia tersenyum geli melihat ekspresi kikukku


dia mulai jongkok di toiletku, dan mengeluarkan air pipisnya

aku mencuri – curi pandang ke arah selangkangannya

bibir vaginanya tebal dan berwarna pink

berbulu tipis dan terlihat tidak ada lubangnya walau air memancar dari sana


rida selesai pipis dan menyiramkan air ke toilet

ternyata dari tadi rida terus memandangiku dan tersenyum geli,

segera aku alihkan pandanganku darinya


“angga, sini dong sayaaang, bantuin” suara manjanya terdengar lagi

aku mendekat, jantungku berdetak sangat kencang

penasaran dia mau minta bantu apa


“ban.. bantu apa rida?” aku semakin gugup

“cebokin aaku” wajahnya sangat nakal

“haaaa…. gimana cebokinnya?” jawabku

“sini aku ajarin”


dia menarik tanganku cukup keras sehingga aku terjongkok didepannya

kemudian dia menuntun tanganku ke vaginanya

tanganku semakin bergetar, begitu gugup ketika menyentuh vagina pertama kali dalam hidupku


terasa lembut ditanganku, sungguh sangat lembut

dan ada sedikit lendir keluar sehingga membuat vaginanya licin

semakin mempermudahku mengelus vaginanya

aku mencoba mamasukkan jari tengahku ke dalam vaginanya

dan ternyata ada lubang tersembunyi di bagian bawah vaginanya

“ah.. ah.. ” tiba-tiba rida mendesah, matanya menutup

tangannya meremas dadanya, dan punggungnya tersandar ke dinding belakang toilet


melihat posisinya yang tidak nyaman,

aku kemudian mengendong dan membaringkannya diranjangku

aku refleks membuka celanaku

penisku yang dari tadi tertahan akhirnya bisa keluar dengan gagah

sudah ereksi seratus persen


tanpa bicara aku langsung menindihnya

menciumi bibirnya, memilin lidahnya dengan lidahku

kemudian menggigit kecil lehernya

rida hanya mendesah

“ah.. ah.. angga.. sayaaang, terusin.. aaaaaaaaa”


bajunya bagian atas aku turunkan dan terpampanglah dua bukit indah

payudara yang bulat sempurna dengan puting kecil berwarna pink

aku jilat dan gigit putingnya dan tanganku meremas-remas payudara dan pantatnya

“jangan keras-keras gigitnya sayang, aaahhhh.. iya seperti itu”

matanya tertutup dan ekpsresi wajah yang menahan kenikmatan

dia menggeliat hebat, dan kemudian bangun membuka semua pakaiannya


inilah tubuh sempurna seorang biduan dangdut,

payudara montok, pinggul besar dan pantat yang penuh

kulit yang mulus berwarna putih bersih

vagina yang basah dan merekah


dia memelukku kuat, kami berguling-guling di ranjang

dadaku bersatu dengan dadanya

perutku menyentuh perutnya yang kecil dan mulus

penisku bergesekan dengan bibir vaginanya yang berlendir licin


kemudian dia duduk diatas tubuhku

memegang penisku yang keras

mendekatkan ke selangkangannya

kepala penisku merasa ada yang hangat dan basah

pelan-pelan penisku mulai masuk kevaginanya

begitu nikmat, penisku serasa bergetar dan berbunyi “greng.. greng”

hangat, sangat hangat, licin dan lembut


dia bergoyang seperti sedang bergoyang dipanggungnya

penisku dicokok keluar masuk di vaginanya

“crok, crok, crok”

dia mempercepat goyangannya diatasku

memeluk, menggigit leherku dan mendesah semakin gila


aku pun tidak mau kalah, giliranku diatas sekarang

aku menusuk-nusuk vaginanya dengan penisku

semakin lama semakin cepat, ranjangku berderit mengikuti irama kami

kenikmatan semakin memuncak seiring semakin cepatnya genjotanku

rida melenguh sejadi-jadinya dan wajahnya semakin menggairahkanku


tiba-tiba “aaaaaggghhhhhh, uhhhhgggghhh” rida terpekik tertahan

dia memelukku erat, penisku terasa dijepit kuat

dan terasa banyak cairan hangat mengalir di batang penisku, badannya mengejangPengalaman Pertama Biduan Dangdut2


aku melihat wajahnya, dan inilah wajah paling indah yang pernah kulihat

wajah wanita yang sedang orgasme

melihat pemandangan itu akupun tidak dapat menahan lebih lama dan juga mencapai klimaks

spermaku menyembur deras dalam vaginanya

diikuti sentakan-sentakan tubuhku diatas tubuhnya

karena merasakan nikmat yang luar biasa


kami berpelukan beberapa waktu, saling berciuman

sampai terdengar suara panggilan

“ridaaaa… ridaaa.. yuk pulang” berasal dari luar kostanku

kami tersadar dan segera berdiri memakai pakaian


setelah berpakaian aku tersenyum pada rida

“terima kasih ya rida sayaang, pengalaman pertamaku yang sungguh hebat”

“aku juga ya angga, hebat kamu, aku puas, hihi” jawabnya sambil menciumku

dan berlalu pergi keluar kamar kostku


disaat mobil rombongan dangdutnya berangkat pergi,

aku baru menyadari belum sempat meminta nomor telponnya

tidak punya akses untuk bertemu dengannya lagi


tapi walaupun begitu dia tetap meninggalkan kenang – kenangan buatku

sebuah celana dalam putih yang aku simpan sampai saat ini